Sumber SPAM Molos Oan
Atambua, GerbangNTT. Com - Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi setiap insan manusia. Dalam keseharian, hampir semua aktivitas manusia membutuhkan air demi kelancaran aktivitas yang dilakukan.

Menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan, Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu. Tak tanggung-tanggung, selama empat tahun lebih memimpin kabupaten Belu, Willybrodus Lay dan Ose Luan berhasil membangun lima unit Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) di kabupaten Belu.

Dalam suksesi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu pada 2015 lalu, Willydrodus Lay dan JT Ose Luan yang dikenal khalayak dengan sandi politik Sahabat  menjadikan air bersih sebagai salah satu progam kerja utama.

Selama empat tahun lebih bekerja melayani rakyat Belu, Willy Lay dan Ose Luan terus berupaya secara maksimal untuk memenuhi ketersediaan air bersih di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu.
Jaringan perpipaan SPAM Molos Oan
Melalui Dinas PUPR Kabupaten Belu dan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Belu, Wily Lay dan Ose Luan bekerja sangat maksimal.

Kepala PDAM Belu, Yunius Koi Asa ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (25/08/2020) lalu membeberkan sejumlah capaian dan program kerja yang sudah dilakukan, sedang dan akan dikembangkan oleh PDAM bersama Pemerintah Kabupaten Belu.

Yunius menjelaskan, selama empat tahun terakhir, PDAM Belu sangat terbantu dengan keberadaan lima SPAM yang baru dibangun semasa kepemimpinan Willy Lay dan Ose Luan. Kelima SPAM yang dimaksud adalah SPAM Weoe, SPAM Wekiar,  SPAM Weutu, SPAM Wefia dan  SPAM Molos Oan.

Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Bupati terdahulu PDAM Belu hanya mengelola dua SPAM yakni SPAM Lahurus dan SPAM Tirta. Namun saat ini, PDAM Belu sudah mengelola enam SPAM.
Sumber SPAM Weutu
Namun demikian, lantaran sudah dua tahun terakhir curah hujan di hampir seantero pulau Timor sangat minim sehingga beberapa SPAM belum dikelola secara maksimal.

Saat ini PDAM Belu baru mengelola enam SPAM untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu diantaranya; SPAM Lahurus dengan debit air 17 liter/detik. SPAM Lahurus ini melayani masyarakat sepanjang jalan Lahurus-Baukoek dan masyarakat kota Atambua yang meliputi wilayah Fatubenao, Lalosuk, Tenukiik, Tulamalae, Tatakiren, Wekatimun, dan wilayah Tini.

Selanjutnya, SPAM Wematan Tirta dengan debit air saat ini sebanyak 10 liter/detik yang melayani masyarakat sepanjang jalan Motabuik hingga Masjid Pasar Lama, Beinoka, Lafaekfera, Haliren, Kuburan Islam, Pasar Baru, Sukabiren, Tanah Merah, dan wilayah Pasar Lama.

Selain itu, PDAM Belu juga mengelola SPAM Molos Oan dengan kapasitas 7 liter/detik yang dimanfaatkan untuk melayani masyarakat di wilayah Sarabau, Bauho, Motaoe, Halifunan, Raibasin dan wilayah Perkotaan Pasar Lama dan SPAM Weutu. Dengan kapasitas 17 liter/detik yang dimanfaatkan untuk  layani masyarakat di wilayah Raimaten, Kuneru, Nekafehan, Toro, Tulamalae dan wilayah Tenubot.

Sementara SPAM Weoe yang memiliki kapasitas 6 liter/detik dialirkan untuk melayani masyarakat di wilayah sepanjang jalan Lahurus-Baukoek dan SPAM Haekrit dengan kapasitas 20 liter/detik yang dimaksimalkan untuk melayani sejumlah weilayah dalam perkotaan Atambua yang karena kekurangan pasokan air dan sumber air baik dari SPAM Lahurus maupun SPAM Wematan Tirta yang setahun belakangan mengalami kekurangan debit air akibat curah hujan yang sangat minim.

Selain beberapa SPAM tersebut, PDAM Belu juga mengelola SPAM Beilaka di Silawan, dimana SPAM ini dimanfaatkan untuk melayani masyarakt desa Silawan.

Tidak hanya mengelola SPAM, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PDAM Belu juga sudah mengelola SPAM Instalasi Pengelolahan Air (IPA) bendungan Haekrit yang sebelumnya sudah dikeruk sedimentasinya pada tahun 2019 dan tahun 2020 diizinkan PDAM Belu diizinkan untuk mengelolanya.

Selain itu ada SPAM strategis yang dimanfaatkan untuk melayani masyarakat di Silawan, Kenebibi, Jenilu dan Dualaus. Dan pada tahun 2021 nanti dibangun IPA Bendungan Rotiklot dengan kapasitas 40 liter/detik.
Direktur PDAM Belu, Yunius Koi Asa
Dengan sejumlah SPAM yang dikelola, saat ini PDAM Belu memiliki jumlah pelanggan  sebanyak 6.350 dimana 3.332 merupakan pelanggan aktif, 3.018 pelanggan pasif. Tidak hanya itu, PDAM Belu juga tengah berupaya untuk melakukan pemasangan reguler bagi 400 sambungan rumah, dan pemasangan bantuan MBR sekitar 700 dan pengaktifan kembali pelanggan karena baru teraliri air sekitar 500 sambungan rumah.

Dengan terus berusaha menyediakan fasilitas air minum, di era kepemimpinan Willy Lay dan Ose Luan, PDAM Belu mengalami peningkatan pelanggan dimana pada tahun-tahun sebelumnya, PDAM Belu hanya memiliki 4.800an pelanggan dengan total pelanggan aktif sebanyak 1.700an dan 3.000an pelanggan pasif di daerah yang ketinggian seperti Weaituan, Haliren dan Wekatimun.

Sebagai bentuk komitmen pemenuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu, Pemkab Belu melaui PDAM tidak hanya terus bekerja menyediakan dan membangun sumber air serta jaringan perpipaan namun disaat yang sama, PDAM terus berbenah secara admnistrasi.

Terbukti, pada tahun 2018 dan 2019 PDAM Belu mengalami keuntungan dan mendapat opini WTP dari Badan Pemerika Keuangan (BPK).

Yunius menguraikan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah bukan karena fasilitas seperti SPAM dan jaringan perpipaan yang bermasalah, namun karena curah hujan yang sangat minim sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan debit air tanah yang menyebabkan menurunya tekanan air saat dialirkan ke jaringan.

Namun demikian, untuk mengatasi kekurangan debit air pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah seperti membuat jaringan IPA dari bendungan Haekrit yang akan dipompakan ke jaringan pipa SPAM Lahurus.

Selain itu PDAM Belu bekerja sama dengan Dinas PUPR Belu untuk membuat tempat penampungan air bersih di sejumlah sungai di kabupaten Belu dengan tujuan hasil dari jebakan air akan disaring dan dipompakan ke jaringan pipa SPAM yang tersedia.

Termasuk saat ini skenario yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan stok air bersih adalah dengan mengkerahkan armada tangki air milik Pemkab Belu untuk melayani masyarakat kabupaten Belu secara gratis.

[No/G-Ntt]
Bagikan:

GerbangNTT.Com

Post A Comment: