Top News

Kepala Biro Humas (Karo Humas) Provinsi Nusa Tenggara Timur Dr. Jelamu Ardu Marius
Kupang, GerbangNTT. Com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) mengambil langkah untuk melakukan penanganan, baik pencegahan maupun antisipasi penyebaran Covid-19 di NTT.

Kepala Biro Humas (Karo Humas) Provinsi Nusa Tenggara Timur Dr. Jelamu Ardu Marius menegaskan Pemprov NTT sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur yang ruang lingkupnya mengatur seluruh masyarakat NTT.

Dalam peraturan tersebut ada pada bagian pelaksanaan meliputi perorangan, waktu, penyelenggaraan usaha dan penanggungjawab tempat fasilitas umum.

"Kewajiban dalam Pergub tersebut harus mematuhi protokol kesehatan dan dalam Pergub juga diberikan sanksi administratif untuk perorangan berupa teguran lisan, teguran tertulis dan bagi pelaku pengelola usaha akan dicabut izin usaha," tegas Marius ketika dikonfirmasi media ini, Jumat (25/09/2020).

Marius mengemukakan hal itu berkaitan dengan peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi NTT.

Menurutnya, peningkatan kasus yang berasal dari pelaku perjalanan maka, pemerintah akan memperketat penerapan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk, baik udara, laut maupun darat untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 di NTT.

"Dalam menghadapi penyebaran covid-19 terhadap pelaku-pelaku perjalanan yang tidak menunjukkan gejala awal, maka kita akan koordinasi lagi untuk memperketat kontrol setiap penumpang dengan mengisi kartu sehat diuraikan darimana kedatangan, alamat, nomor HP supaya jika terjadi sesuatu mudah dilakukan tracing," kata Marius.

Lebih lanjut Marius menuturkan Pemerintah NTT juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota lebih tegas dalam menegakkan aturan pencegahan penyebaran Covid-19.

Diharapkan kepada Bupati-Wakil Bupati maupun Walikota agar  dapat mengedukasi masyarakat untuk mengontrol serta mengawasi masyarakat dalam bentuk peraturan Bupati dan peraturan Walikota.

"Gubernur sudah mengeluarkan edaran agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan, bahkan dapat melakukan pesta namun perlu menerapkan protokol kesehatan dengan melihat jumlah massa," ungkap Marius.

Terkait kebijakan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang diambil Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan agar dapat menjaga tata kelola pemerintahan dan tata kelola pembangunan agar tidak terbengkalai, serta harus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di masa normal baru saat ini sehingga pertumbuhan ekonomi semakin meningkat dari sebelumnya.

"Untuk melakukan Kerja dari rumah tidak masalah, namun diharapkan tata kelola pemerintahan, tata kelola pembangunan tidak macet, harus dijaga stabilitas perekonomian NTT sehingga perekonomian yang minus dibawah nol menjadi baik. Jangan hanya melihat faktor kesehatan tanpa mempertimbangkan sektor ekonomi," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data hingga hari ini, Sabtu (26/09/2020), jumlah kasus Covid-19 di NTT; Positif: 394, Sembuh: 250 dan Meninggal: 6 orang.

[Fk/G-Ntt]
Arahan Kapolda NTT dan Danrem 161/WS Kupang kepada anggota TNI-Polri di Mapolres Belu
Atambua, GerbangNTT. Com - Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif, bersama Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI, Samuel Petrus Hehakaya melakukan kunjungan ke Kabupaten Belu, NTT, Perbatasan RI-Timor Leste, Sabtu (26/09/2020) pagi.

Pantauan media, selain Danrem, kunjungan Kapolda NTT itu didampingi pejabat TNI se-NTT lainnya diantaranya Danlantamal VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI IG. Kompiang Aribawa, Kabinda NTT, Brigjen TNI Adrianus Suryo Agung Nugroho, Danlanud El Tari Kupang, Kolonel PNB Agus Setiawan dan Danbrigif 21/Komodo, Letkol Inf. Tanjung Setya Budi.

Sementara pejabat Polda NTT yang turut mendampingi yakni Dirpolair Polda NTT, Kombes Pol, Andreas Heri Susi Darto dan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Johannes Bangun.

Kedatangan Kapolda NTT dan Danrem 161/WS bersama rombongan pagi tadi langsung bertolak dan memantau aktivitas pengamanan TNI-Polri di Pos Lintas Batas Negara Motaain (PLBN), Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Selanjutnya Kapolda NTT dan Danrem 161/WS Kupang bersama rombongan kembali menemui dan memberikan arahan singkat kepada Anggota TNI-Polri yang berlangsung di Mapolres Belu.
Selain memantau dan memberi arahan kepada anggota TNI-Polri, Kapolda dan Danrem bersama rombongan juga menyerahkan bingkisan kepada masyarakat kurang mampu.

Dalam arahan, Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif mengemukakan kunjungan pihaknya dari semua unsur Pimpinan TNI dan Polri di NTT khususnya di Kabupaten Belu perbatasan antara RI dan RDTL karena banyak prajurit TNI-Polri yang melaksanakan tugas di Wilayah Perbatasan.

Momentum kunjungan ini kata Kapolda juga dilakukan dalam rangka merayakan Hut TNI ke 75 sebagai wujud Sinergi untuk Negeri, Indonesia Maju, mudah-mudahan TNI semakin jaya, dicintai rakyat dan terus memberikan pengabdiannya yang terbaik kepada masyarakat bangsa dan Negara.

Kesempatan itu, Kapolda berpesan agar anggota baik TNI dan Polri untuk terus menjaga sinergitas, soliditas kebersamaan diantara TNI dan Polri sebagaimana perintah dari pimpinan baik dari Panglima TNI, dari Kapolri untuk menjadi garda terdedepan di dalam melakukan pengawasan dan pencegahan khususnya penanganan Covid-19.

"Untuk itu saya titipkan rekan-rekan semua terus menggelorakan dilingkungan terkecil, keluarga dan sekitarnya untuk kita semua melaksnakan pencegahan protokol kesehatan Covid-19 ini dan kitalah garda terdepan dan jadikan ini perjuangan kita," kata Kapolda.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan TNI yang bersama-sama juga dengan anggota saya (Polri) siang malam turun dilapangan, menghimbau masyarakat, menertibkan dan kadang-kadang kita mendapatkan cemohan dan mungkin juga kita mendapatkan penolakan-penolakan didalam tugas itu, kita hadapi semua dengan sabar dengan cara-cara humanis dan kita terus memberikan pemahaman terhadap masyarakat," sambung Kapolda. 
Terhadap Pilkada serentak 2020 yang ada 9 wilayah se-NTT, Kapolda juga berpesan TNI-Polri melaksanakan tupoksi peran dan tanggung jawab selaku TNI selaku Polri sebagai unsur pengamanan membantu penyelenggara (KPU dan Bawaslu).

"Tetap menjaga netralitas sebagai Polri dan sebagai TNI di dalam pesta demokrasi tersebut," pesan Kapolda.

Selanjutnya Kapolda menekankan bahwa pemerintah propinsi NTT akan mengembangkan Nusa Tenggara Timur sebagai wisata premium, oleh karena itu tugas penting dari TNI Polri dan ketika bicara tentang pariwisata itu ada dua hal yang harus dipenuhi yaitu Rasa aman dan rasa nyaman.

"Aman berarti tugas kita semua dan nyaman juga tugas kita semua. Seindah apapun NTT dibangun dan seindah apapun pariwisata yang kita miliki tapi kalau turis datang dia tidak aman dan tidak nyaman tidak ada gunanya. Inilah salah satu peran penting kita dan saya titipkan tiga hal itu dan mudah-mudahan kita melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tetap jaga Soliditas kebersamaan dan hindari hal-hal merugikan baik untuk diri sendiri kesatuan dan institusi kita dan selamat bertugas," pungkasnya.

Sementara itu, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI, Samuel Petrus Hehakaya mengatakan  hari ini dan seterusnya kita harus tetap akur, kompak dan sinergitas untuk negeri Indonesia dari garis batas.

Kepada masyarakat yang sulit pesan Danrem dapat dibantu karena itu merupakan bentuk sinergitas dengan masyarakat untuk Indonesia maju untuk Belu bahagia.
Agenda penting yang akan dihadapi tambah Danrem perlu membangun sinergitas TNI-Polri untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19 dan persiapan memasuki masa kampanye Pilkada hingga pelantikan. 

Selama kunjungan di Belu, Kapolda NTT dan Danrem 161/WS beserta rombongan, disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan mengenakan masker, jaga jarak, ukur suhu tubuh dan mencuci tangan setiap selesai beraktivitas.

[No/G-Ntt]
Sumber SPAM Molos Oan
Atambua, GerbangNTT. Com - Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi setiap insan manusia. Dalam keseharian, hampir semua aktivitas manusia membutuhkan air demi kelancaran aktivitas yang dilakukan.

Menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan, Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu. Tak tanggung-tanggung, selama empat tahun lebih memimpin kabupaten Belu, Willybrodus Lay dan Ose Luan berhasil membangun lima unit Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) di kabupaten Belu.

Dalam suksesi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu pada 2015 lalu, Willydrodus Lay dan JT Ose Luan yang dikenal khalayak dengan sandi politik Sahabat  menjadikan air bersih sebagai salah satu progam kerja utama.

Selama empat tahun lebih bekerja melayani rakyat Belu, Willy Lay dan Ose Luan terus berupaya secara maksimal untuk memenuhi ketersediaan air bersih di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu.
Jaringan perpipaan SPAM Molos Oan
Melalui Dinas PUPR Kabupaten Belu dan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Belu, Wily Lay dan Ose Luan bekerja sangat maksimal.

Kepala PDAM Belu, Yunius Koi Asa ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (25/08/2020) lalu membeberkan sejumlah capaian dan program kerja yang sudah dilakukan, sedang dan akan dikembangkan oleh PDAM bersama Pemerintah Kabupaten Belu.

Yunius menjelaskan, selama empat tahun terakhir, PDAM Belu sangat terbantu dengan keberadaan lima SPAM yang baru dibangun semasa kepemimpinan Willy Lay dan Ose Luan. Kelima SPAM yang dimaksud adalah SPAM Weoe, SPAM Wekiar,  SPAM Weutu, SPAM Wefia dan  SPAM Molos Oan.

Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Bupati terdahulu PDAM Belu hanya mengelola dua SPAM yakni SPAM Lahurus dan SPAM Tirta. Namun saat ini, PDAM Belu sudah mengelola enam SPAM.
Sumber SPAM Weutu
Namun demikian, lantaran sudah dua tahun terakhir curah hujan di hampir seantero pulau Timor sangat minim sehingga beberapa SPAM belum dikelola secara maksimal.

Saat ini PDAM Belu baru mengelola enam SPAM untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu diantaranya; SPAM Lahurus dengan debit air 17 liter/detik. SPAM Lahurus ini melayani masyarakat sepanjang jalan Lahurus-Baukoek dan masyarakat kota Atambua yang meliputi wilayah Fatubenao, Lalosuk, Tenukiik, Tulamalae, Tatakiren, Wekatimun, dan wilayah Tini.

Selanjutnya, SPAM Wematan Tirta dengan debit air saat ini sebanyak 10 liter/detik yang melayani masyarakat sepanjang jalan Motabuik hingga Masjid Pasar Lama, Beinoka, Lafaekfera, Haliren, Kuburan Islam, Pasar Baru, Sukabiren, Tanah Merah, dan wilayah Pasar Lama.

Selain itu, PDAM Belu juga mengelola SPAM Molos Oan dengan kapasitas 7 liter/detik yang dimanfaatkan untuk melayani masyarakat di wilayah Sarabau, Bauho, Motaoe, Halifunan, Raibasin dan wilayah Perkotaan Pasar Lama dan SPAM Weutu. Dengan kapasitas 17 liter/detik yang dimanfaatkan untuk  layani masyarakat di wilayah Raimaten, Kuneru, Nekafehan, Toro, Tulamalae dan wilayah Tenubot.

Sementara SPAM Weoe yang memiliki kapasitas 6 liter/detik dialirkan untuk melayani masyarakat di wilayah sepanjang jalan Lahurus-Baukoek dan SPAM Haekrit dengan kapasitas 20 liter/detik yang dimaksimalkan untuk melayani sejumlah weilayah dalam perkotaan Atambua yang karena kekurangan pasokan air dan sumber air baik dari SPAM Lahurus maupun SPAM Wematan Tirta yang setahun belakangan mengalami kekurangan debit air akibat curah hujan yang sangat minim.

Selain beberapa SPAM tersebut, PDAM Belu juga mengelola SPAM Beilaka di Silawan, dimana SPAM ini dimanfaatkan untuk melayani masyarakt desa Silawan.

Tidak hanya mengelola SPAM, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PDAM Belu juga sudah mengelola SPAM Instalasi Pengelolahan Air (IPA) bendungan Haekrit yang sebelumnya sudah dikeruk sedimentasinya pada tahun 2019 dan tahun 2020 diizinkan PDAM Belu diizinkan untuk mengelolanya.

Selain itu ada SPAM strategis yang dimanfaatkan untuk melayani masyarakat di Silawan, Kenebibi, Jenilu dan Dualaus. Dan pada tahun 2021 nanti dibangun IPA Bendungan Rotiklot dengan kapasitas 40 liter/detik.
Direktur PDAM Belu, Yunius Koi Asa
Dengan sejumlah SPAM yang dikelola, saat ini PDAM Belu memiliki jumlah pelanggan  sebanyak 6.350 dimana 3.332 merupakan pelanggan aktif, 3.018 pelanggan pasif. Tidak hanya itu, PDAM Belu juga tengah berupaya untuk melakukan pemasangan reguler bagi 400 sambungan rumah, dan pemasangan bantuan MBR sekitar 700 dan pengaktifan kembali pelanggan karena baru teraliri air sekitar 500 sambungan rumah.

Dengan terus berusaha menyediakan fasilitas air minum, di era kepemimpinan Willy Lay dan Ose Luan, PDAM Belu mengalami peningkatan pelanggan dimana pada tahun-tahun sebelumnya, PDAM Belu hanya memiliki 4.800an pelanggan dengan total pelanggan aktif sebanyak 1.700an dan 3.000an pelanggan pasif di daerah yang ketinggian seperti Weaituan, Haliren dan Wekatimun.

Sebagai bentuk komitmen pemenuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu, Pemkab Belu melaui PDAM tidak hanya terus bekerja menyediakan dan membangun sumber air serta jaringan perpipaan namun disaat yang sama, PDAM terus berbenah secara admnistrasi.

Terbukti, pada tahun 2018 dan 2019 PDAM Belu mengalami keuntungan dan mendapat opini WTP dari Badan Pemerika Keuangan (BPK).

Yunius menguraikan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah bukan karena fasilitas seperti SPAM dan jaringan perpipaan yang bermasalah, namun karena curah hujan yang sangat minim sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan debit air tanah yang menyebabkan menurunya tekanan air saat dialirkan ke jaringan.

Namun demikian, untuk mengatasi kekurangan debit air pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah seperti membuat jaringan IPA dari bendungan Haekrit yang akan dipompakan ke jaringan pipa SPAM Lahurus.

Selain itu PDAM Belu bekerja sama dengan Dinas PUPR Belu untuk membuat tempat penampungan air bersih di sejumlah sungai di kabupaten Belu dengan tujuan hasil dari jebakan air akan disaring dan dipompakan ke jaringan pipa SPAM yang tersedia.

Termasuk saat ini skenario yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan stok air bersih adalah dengan mengkerahkan armada tangki air milik Pemkab Belu untuk melayani masyarakat kabupaten Belu secara gratis.

[No/G-Ntt]
Salah satu kolam dari 32 kolam ikan di Desa Bakustulama
Atambua, GerbangNTT. Com - Excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk Kelompok Tani Nelayan St. Stella Maris Atapupu melalui Pemda Belu tahun 2016 lalu yang menjadi polemik akhir-akhir ini ternyata selama ini dirasa sangat membantu masyarakat petani yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Belu.

Warga petani yang merasakan manfaat excavator tersebut diantaranya termasuk warga tani di dua Desa yakni Desa Tukuneno dan Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Pasalnya, berkat excavator itu, lahan milik para petani di wilayah tersebut dapat diolah secara gratis untuk dapat dimanfaatkan dalam bercocok tanam.

Tidak saja untuk olah lahan kebun dan sawah, excavator tersebut juga dapat membantu warga untuk menggali sumur dan kolam ikan bahkan embung.

Ketua Kelompok Tani Hadiaan, Adrianus Heuk Atok (30) warga RT 01, RW 01 Dusun Weberliku-Kota Foun, Desa Tuku Neno, Kecamatan Tasifeto Barat ketika ditemui media ini mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah Kabupaten Belu dalam hal ini Bupati Belu, Willybrodus Lay yang telah membantu warga dengan bantuan excavator untuk olah lahan secara gratis.

Excavator kata Adrianus yang dibantukan untuk olah lahan warga tidak dibayar atau gratis.

"Kita masyarakat tidak mampu sewa excavator jadi tidak bayar (gratis). Kami bersyukur pemerintah bantu begini masyarakat dong bisa senang," ungkap Adrianus kepada gerbangntt.com, Kamis (24/09/2020).
Salah satu lahan miring dan embung kecil milik warga Tukuneno yang dikerjakan excavator
Menurut Adrianus, excavator yang dibantukan selama sebulan lebih untuk warga petani di Desanya untuk buka lahan baru, embung dan terasan (trap) karena tanah bukit yang semuanya dikerjakan secara gratis.

"Kalau tidak salah waktu exca operasi di sini satu bulan satu minggu. Ini untuk bantu masyarakat, pembersihan lahan, angkat pematang, terasan dan embung. Lahan milik warga secara pribadi dan juga kelompok, kita paling hanya bantu isi solar, tanggung makan minum dan rokok untuk operator," katanya.

Ditanya terkait protes sejumlah Anggota DPRD Belu yang berakhir ricuh lantaran niat baik Bupati Lay membantukan excavator untuk digunakan seluruh warga Belu, Adrianus mengaku menyesal dengan sikap protes DPRD Belu tersebut.

Ia menuturkan, harusnya sebagai wakil rakyat patut bersyukur dengan niat baik Bupati yang sudah membantu warga petani.

"Ini bersyukur Bupati sudah langsung bantu begitu, DPR masih bertele-tele. Saya dengar baru-baru (ricuh saat RDP) hanya kita masyarakat ini kan tidak tau. Kita menyesal karena pemerintah bantu ini dengan segenap hati dan tulus hati, bukan mau kasi susah masyarakat, banyak yang senang," tuturnya.

Hal senada disampaikan petani di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat ketika ditemui secara terpisah, Kamis (24/09/2020) sore.

Ketua Kelompok Ikan Air Tawar Sinar Buitasik-Bakustulama, Yosep Berek mengaku menyesal dengan protes sejumlah DPRD Belu terhadap excavator bantuan KKP yang dibantukan untuk mengolah lahan di wilayah tersebut.
Sumur milik warga Bakustulama hasil galian excavator yang sudah dimanfaatkan
"Sebenarnya Dewan itu menjadi tim mediasi antara pemerintah dengan kelompok, karena pengaduan dari kelompok. Barang (exca) ini kan Pak Bupati yang bantu ke sini (Bakustulama) untuk olah lahan," ungkap Yoseph diamini Kepala Dusun Asora, Paskalis Luan.

Yoseph yang adalah Mantan Kepala Desa Bakustulama ini mengemukakan masyarakat petani sangat terbantu dengan exca tersebut. Tidak saja petani di Desa Bakustulama, tetapi juga warga petani lain di se-Kecamatan Tasifeto Barat.

"Kita kapan hari itu exca gali ada 32 kolam ikan, embung ada 5 dan sumur juga 5. Kerja di sini masyarakat banyak yang minta tolong buat sumur, pematang sawah. Tanah luas baru excavator bikin petak. Semua gratis tidak bayar, hanya isi solar, makan minum dan rokok untuk operarot. Kami masyarakat tidak mampu bayar sewa excavator," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Belu, Willybrodus Lay telah menjelaskan bahwa sesuai proposal, excavator bantuan KKP itu dapat dibantukan untuk warga Belu lainnya yang membutuhkan.

Penjelasan Bupati Lay disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi DPRD Belu bersama Kelompok Tani Nelayan St. Stella Maris Atapupu di ruang sidang utama DPRD Belu, Senin (21/09/2020) lalu.

Menanggapi penjelasan Bupati Lay dalam RDP tersebut, sejumlah Anggota DPRD Belu diantaranya Thedorus Seran Tefa, Benedictus Hale dari fraksi Golkar dan Benedictus Manek, Aprianus Hale dari fraksi NasDem menilai dan mengkritisi kesalahan administrasi dan manfaat bantuan yang tidak tepat sasaran karena bertolak belakang dengan juknis yang ada.

Dalam juknis, sejumlah Anggota DPRD Belu itu berpendapat bahwa harusnya bantuan excavator bantuan KKP atas usulan (proposal) Kelompok Tani Nelayan St. Stella Maris Atapupu itu harus diserahkan kepada kelompok dan menjadi kewenangan kelompok untuk pemanfaatannya.

Namun, RDP tersebut berakhir ricuh lantaran tidak saling dengar dan saling interupsi antara sesama Anggota DPRD Belu hingga Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr selaku pimpinan RDP menutup rapat.

Untuk diketahui, selain membantu warga petani di Kecamatan Tasbar, excavator yang dipolemikkan tersebut juga dibantukan untuk mengolah lahan pertanian, menggali sumur dan embung warga dan petani yang ada di beberapa Kecamatan di Kabupaten Belu.

[No/G-Ntt]
Kupang, GerbangNTT.Com - Beredar kabar ditengah-tengah masyarakat bahwa hasil tes swab Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 setelah beberapa waktu lalu sempat kontak dekat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Kapolres Kabupaten Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Terkait kabar tersebut, Kepala Biro Humas Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius angkat suara, ia menyebut hingga kini Gubernur sangat sehat. Isu yang tersebar, menurutnya, hoaks.

"Isu Gubernur NTT positif Covid-19 tidak benar atau hoaks karena kondisi gubernur sampai saat ini masih sehat-sehat dan tidak ada masalah, Pak Gubernur selalu menjaga kesehatannya dengan baik sekali, selalu berolahraga dan juga mengkonsumsi satu ramuan lokal yang tercampur dengan minyak cendana untuk meningkatkan daya tahan tubuh" tegas Marius, Jumat (25/09/2020).

Marius menambahkan, terkait dengan pemeriksaan swab terhadap Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat tidak perlu dilakukan karena sejauh ini Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat masih dalam keadaan sehat-sehat saja.

"Untuk pemeriksaan swab tidak perlu karena sejauh ini beliau sehat-sehat saja dan tidak ada masalah," katanya.

Lebih lanjut, Marius meminta kepada seluruh pihak untuk tidak berspekulasi terhadap Gubernur NTT.

Dengan keluarnya keterangan resmi ini, artinya telah menjawab secara resmi atas isu yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab dimaksud.

[Fk/G-Ntt]
Juru Bicara KPU Propinsi NTT, Yosafat Koli
Kupang, GerbangNTT.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah hari ini telah melaksanakan rapat pleno internal penetapan pasangan calon (paslon) yang maju di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) di sembilan kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (23/09/2020).

Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT Yosafat Koli mengatakan bahwa secara resmi hasil pemeriksaan berkas para bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan melaksanakan Pilkada di NTT seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat pencalonan.

"Secara syarat pencalonan dan syarat calon, 27 bapaslon lolos terverifikasi dan kita tetapkan mereka menjadi paslon," ucapnya.

Yosafat menambahkan, untuk masa kampanye akan dilaksanakan selama 71 hari dimulai dari 26 September sampai 5 Desember 2020.

Lebih lanjut, Yosafat menghimbau kepada semua pasangan calon yang ditetapkan hari ini agar dalam masa kampenya tidak boleh ada kerumunan orang, serta PKPU harus dikendalikan agar metode kampanye tidak mengumpulkan orang-orang dan menggunakan media daring untuk kampanye.

Dirinya juga menghimbau kepada publik yang ingin mendapatakan informasi tentang semua pasangan calon, baik itu rekam jejak, program dan lain-lain bisa mengakes melalui aplikasi sistem informasi pencalonan (Silon), jadi masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor KPU untuk mencari informasi terkait pemilu.

"Bagi maayarakat yang ingin mengetahui track record paslon bisa mengakses situs Silon," katanya

Adapun data lengkap 27 paslon di NTT yang memenuhi syarat pencalonan diantaranya;

1. Kabupaten Belu:
Wilybrodus Lay, SH dan Drs. JT Ose Luan-Dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysisus Haleserens, MM.

2. Kabupaten Ngada:
Paru Andreas, SH.,MH dan Raimundus Bena, SS., M.Hum-Wilfridus Muga, SE., M.Pd dan Drs. Herman Say-Drs. Paulus Soliwoa dan Gregorius Upi-Helmut Waso dan Ir. Yihanes Tay, MM-Kristoforus Loko dan Emanuel Dopo.

3. Sumba Barat:
Drs. Agustinus Niga Dapa Wole dan Gregorius Pandango, SE-Daniel Bili, SH dan Timotius Tede Ragga, S.Sos-Marthen Ngailu Toni, SP dan Ir. Agustinus Bernadus Bora-Yohanis Dade, SH dan John Lado.

4. Kabupaten Malaka:
Dr. Simon Nahak, SH., MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos-Dr. Stefanus Bria Seran, M.PH dan Wendelinus Taolin.

5. Kabupaten TTU:
Kristiana Muki, S.Pd., MSI dan Yosef Tanu, S.STP., MSI-Hendrikus Frengky Saunoah, SE dan Drs. Amandus Nahas-Drs. Juandi David dan Drs. Eusabius Binsasi.

6. Kabupaten Manggarai:
Herybertus Nabit, SE., MA dan Heribertus Ngabut-Dr. Deno Kamelus, SH., MH dan Drs. Victor Madur.

7. Kabupaten Manggarai Barat:
Adrianus Garu, SE., M.Si dan Anggalinus Gapul, SE., M.Si-Drh. Maria Geong, Ph.D dan Silverius Sukur, SP-Edistasius Endi, SE dan dr. Yulianus Weng, M.Kes-Ir. Pantas Ferdinandus, M.Si dan Hj. Andi Rizki Nur Cahya D, SH.

8. Kabupaten Sabu Raijua:
Drs. Nikodemus Rihi Heke, M.Si dan Yohanus Uly Kale, A.Md-Drs. Orient P. Riwu Kore dan Ir. Thobias Uly, M.Si-Ir. Takem Radja Pono, M.Si dan Ir. Herman Hegi Radja Haba.

9 Kabupaten Sumba Timur:
Drs. Kristofel Praing, M.Si dan David Melo Wadu, ST-Umbu Lili Pekuwali, ST, MT dan Ir. Yohanes Hiwa Wunu, M.Si.

[Fk/G-Ntt]
Suasana kericuhan di ruang sidang utama DPRD Belu, Senin (21/09/2020).
Atambua, GerbangNTT. Com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Belu dengan agenda klarifikasi langsung Bupati Belu, Willybrodus Lay terkait pemanfaatan excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada Kelompok Tani Nelayan Paroki St. Stella Maris Atapupu, Senin (21/09/2020) berakhir ricuh.

Kericuhan tersebut terjadi antara Anggota DPRD Belu lantaran tidak saling dengar dengan saling interupsi antara sesama Anggota DPRD Belu saat dan hendak berpendapat setelah mendengar klarifikasi Bupati Lay.

Akibat kericuhan tersebut, RDP klarifikasi pemanfaatan excavator bantuan KKP oleh Bupati Lay yang dipimpin Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr itu akhirnya ditutup.

Diawal RDP, Bupati Lay melalui pimpinan rapat meminta untuk setelah dirinya memberikan penjelasan atau klarifikasi, perlu ada tanggapan dari masyarakat penerima manfaat apabila penjelasannya masih terdapat kekurangan atau salah sehingga tidak terkesan klarifikasi sepihak oleh dirinya.

Namun sayang, usai memberikan klarifikasi dan belum ditanggapi lagi oleh kelompok masyarakat, rapat yang berlangsung di gedung lembaga terhirmat itu sudah ricuh.

Pastor Paroki St. Stella Maris Atapupu, Rm. Yoris Giri, Pr yang juga hadir mendampingi para Kelompok Penerima Manfaat yang adalah Kelompok Tani Nelayan Paroki St. Stella Maris Atapupu mengaku takut menyaksikan kericuhan yang terjadi antara sesama Anggota DPRD Belu.

"Tadi saya lihat saya takut DPR dong," ungkap Rm. Yoris begitu akrab dikenal kepada gerbangntt.com usai RDP melalui pesan WhatsAppnya, Senin (21/09/2020) sore.

Bahwa mekanisme RDP kata Rm. Yoris awalnya sudah berjalan baik dan lancar.

Namun demikian pesan Rm. Yoris Anggota DPRD Belu harus saling menghormati satu sama lain dan mendegarkan pendapat sesama bahkan pendapat (klarifikasi) yang disampaikan oleh pemerintah melalui Bupati Belu.

"Mungkin ke depan harus lebih saling menghormati lagi, siapa yang bicara kita mendengarkan, itu saja. Beliau (Bupati Lay) mungkin menjelaskan belum selesai, sebenarnya kita kasih waktu yang cukup kepada beliau untuk bicara. Sudah lancar hanya belum selesai karena keributan kecil itu. Semoga ke depan dialognya dari hati ke hati biar menjadi jelas, aminn," pintanya.

Sebagai informasi, RDP tersebut digelar sesuai pengaduan Kelompok Tani Nelayan dan kesepakatan Bupati Belu bersama DPRD Belu beberapa waktu lalu.

Turut hadir, pengurus DPP dan kelompok masyarakat yang adalah umat Paroki St. Stella Maris Atapupu, Penjabat Sekda Belu, Marsel Mau Meta dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Belu.

[No/G-Ntt]
Ketua KPU Belu, Mickhael Nahak menyerahkan salinan Surat Keputusan Penetapan Pasangan Willybrodus Lay-JT Ose Luan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu (Foto-MP)
Atambua, GerbangNTT. Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu resmi menetapkan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Belu Wilybrodus Lay-JT Ose Luan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu dalam Pilkada Belu 2020.

Penetapan pasangan calon yang terkenal dengan sandi politik Paket Sahabat itu tertuang dalam Surat Keputusan KPU Nomor: 39/P.02.2-Kpt/5304/KPU-Kab/IX/2020 yang salinannya diserahkan oleh Ketua KPU Belu, Mickhael Nahak dan diterima pasangan calon Paket Sahabat.

Selain Paket Sahabat, KPU Belu juga mentapkan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dr. Taolin Agustinus-Aloysius Haleserens.

Kedua pasangan calon ditetapkan melalui rapat pleno Penyampaian Hasil Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu Tahun 2020 di Hotel Matahari Atambua, Rabu (23/09/2020).

Ketua KPU Belu, Michael Nahak mengatakan bahwa penetapan bakal calon menjadi calon dilakukan setelah KPU Belu melaksanakan sejumlah tahapan dan proses panjang yang berlangsung secara terbuka.

“Hari ini kami menyampaikan salinan Surat Keputusan hasil rapat pleno terkait penetapan kedua bakal calon menjadi calon yang akan ikut dalam pilkada Belu 2020," kata Meckhael.

Usai menetapkan kedua pasangan calon, tahapan selanjutnya jelas Michael pihaknya akan menggelar rapat pleno terbuka untuk penarikan nomor urut pasangan calon.

"Setelah itu kita akan melanjutkan ke tahapan yang berikut yaitu besok akan ada penarikan nomor urut itu akan digelar dalam rapat pleno terbuka," terang Mickhael.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Paket Sahabat
Kesempatan itu Mickhael mengajak semua pihak tetap menjaga komitmen untuk wujudkan Pilkada Belu 2020 berjalan aman dan damai yang nantinya akan diikrarkan bersama pada Jumat (25/09/2020).

"Harapan kami mari kita jaga komitmen kita bersama karena itu akan kita tuangkan pada tanggal 25 yaitu ikrar kampanye damai. Kita akan sepakati bersama dalam satu naskah yang disebut dengan deklarasi kampanye damai," pungkasnya.

Selanjutnya tambah Mickhael, kedua pasangan calon yang sudah ditetapkan sebagai peserta boleh melakukan kampanye mulai tanggal 26 September 2020 nanti dan tentunya tetap mematuhi protokol Covid-19 sebagaimana tertuang dalam peraturan KPU.

Terpisah, Calon Bupati Belu Paket Sahabat, Wilybrodus Lay mengaku bersyukur kepada Tuhan, karena paket Sahabat sudah ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu.

“Saya dan pak Ose bersama tim dan seluruh simpatisan berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena sebelumnya kami sebagai bakal calon dan hari ini ditetapkan sebagai pasangan calon,” ujar Wily Lay diamini calon Wakil Bupati, JT Ose Luan dan Ketua Tim Pemenangan Paket Sahabat, Benny Kenenbudi.

Turut hadir dalam acara penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu tersebut, Ketua KPU Propinsi NTT, Thomas Dohu, Komisioner KPU Belu, Ketua Bawaslu Belu Andre Parera bersama Komisioner Bawaslu Belu, Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Wiji Untoro dan pengurus partai pengusung dari kedua paket serta tim penghubung.

[No/G-Ntt]
Juru Bicara KPU Belu, Herlince Emiliana Asa (Foto-Net)
Atambua, GerbangNTT. Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu akan menetapkan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju bertarung di Pilkada Belu 2020.

Penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati oleh KPU Belu tersebut akan berlangsung besok Rabu (23/09/2020) di Aula Hotel Matahari Atambua sekira pukul 10.00 wita pagi.

Demikian Juru Bicara KPU Belu, Herlince Emiliana Asa kepada gerbangntt.com ketika dikonfirmasi, Selasa (22/09/2020).

"Jam 10 (besok) di Hotel Matahari," kata Herlince melalui pesan WhatsAppnya.

Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Belu yang akan ditetapkan kata Herlince yakni pasangan Willybrodus Lay-JT Ose Luan (Paket Sahabat) dan pasangan Agus Taolin-Aloysius Haleseren (Paket Sehati).

Penetapan bakal calon sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Belu jelas Herlince dilakukan setelah pihaknya melakukan penelitian terhahap berkas persyaratan pencalonan kedua kandidat yang telah mendaftar.

"Hari ini kami pleno tertutup untuk penetapan dan besok penyampaian," terang Herlince.

Usai penetepan yang akan dilaksanakan besok tambah Herlince, pada hari selanjutnya Kamis, 24 September 2020 akan diikuti dengan pengundian nomor urut calon.

Untuk diketahui, saat ini kedua pasangan bakal calon yang akan bertarung pada Pilkada Belu sedang berusaha menarik simpati masyarakat dengan bersosialisasi ke berbagai daerah.

[No/G-Ntt]