Top News

Patung Bunda Maria di Teluk Gurita-Belu
Atambua, GerbangNTT. Com
- Ketua Suku Kaliduk, Paulus Ulu (69) mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan sebagai calon petahana untuk tetap memimpin Belu tiga tahun (2021-2024) kedepan.

Alasannya beber Paulus, di masa kepemimpinan Willy Lay-Ose Luan (2016-2021) telah membangun sebuah patung raksasa yakni patung Bunda Maria di atas lahan milik suku Kaliduk tepatnya di Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Paulus Ulu menyampaikan hal itu di hadapan Bupati Lay yang sedang cuti dan menjalankan kampanye Paket Sahabat di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu (17/10/2020).

Kesempatan itu, Paulus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lay yang dengan rendah hati telah membangun komunikasi dengan pihaknya sebagai Suku pemilik lahan lantaran sejak awal dibangun Patung Bunda Segala Bangsa sempat terjadi sedikit gesekan.

"Seperti patung besar (Patung Bunda Maria) di teluk gurita, saya juga sebagai Ketua Suku Kaliduk meski awal pembangunan ada sedikit gesekan pihaknya sebagai pemilik lahan, namun berkat kemurahan hati dan rendah hati bapak Willy sebagai seorang pemimpin akhinya patung raksasa itu bisa berdiiri kokoh. Untuk itu saya menyampaikan terima kasih banyak," ungkap Paulus.

Alasan lain lanjut Paulus, pihaknya mendukung Paket Sahabat untuk tetap meminpim Belu lantaran di era kepemimpinan Willy Lay-Ose Luan dapat menikmati atau mengakses jalan yang bagus hingga Laktutus.

Termasuk tambah Paulus saat ini mulai dari Halilulik hingga Laktutus yang dulunya gelap gulita tetapi saat ini sudah bisa menikamati listrik sehingga kampung pihaknya menjadi terang di malam hari.

"Dulu jalan rusak kita ke Laktutus pulang kembali badan sakit semua harus mandi air panas. Dan dari sini (Naetimu) sampai Laktutus listrik sambung menyala kami jalan terang. Dulu kami minta listrik tapi katanya rumah harus berdekatan baru listrik bisa masuk, tetapi sekarang ini misalnya di Nonarai dan Buburlaran bukan kampung dan tidak ada rumah tapi tiba-tiba di sana terang karena ada listrik, jadi bapak Willy tetap lanjutkan," tuturnya.

Hadir dalam kampanye pertemuan terbatas itu, calon Bupati Belu Paket Sahabat, Willybrodus Lay.

Turut mendampingi istri tercinta, Lidwina Viviawaty Ng. Lay, sejumlah Anggota DPRD Belu asal partai pengusung yakni Marthen Nai Buti (Gerindra), Manuel Do Carmo (PPP), Irmina Puspita Sari Bere (PDI Perjuangan) dan Kristoforus Rin Duka dari partai Demokrat.

Hadir juga tokoh masyarakat setempat dan sejumlah tim kampanye Paket Sahabat.

[No/G-Ntt]

Ketua Suku Kaliduk, Paulus Ulu

Sejumlah oknum pemuda mengganggu jalannya kampanye dengan poster
Atambua, GerbangNTT. Com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu tengah menelusuri insiden penyerangan sejumlah oknum warga (pemuda) terhadap pasangan calon Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama tim saat kampanye di Desa Naetimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu Sabtu, (17/10/2020).


Penelusuran itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran hukum atas tindakan penyerangan yang dilakukan sejumlah oknum warga (pemuda) mulai dari mengganggu jalannya kampanye hingga penghadangan terhadap pasangan yang terkenal dengan sandi politik Sahabat itu.

Demikian salah satu Komisioner Bawaslu Belu, Agustinus Bau ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (20/10/2020) siang.

"Kami sudah minta keterangan dari Panwas Desa Naitimu dan Panwascam Tasifeto Barat. Mereka ada di lokasi kampanye di 4 titik lokasi di wilayah Naitimu. Sementara kami telusuri untuk dapatkan bukti-bukti," ungkap Agus begitu akrab dikenal.

Selanjutnya jelas Agus, setelah pihaknya mengantongi bukti-bukti yang cukup maka akan dibahas bersama pihak penyidik kepolisian Polres Belu dan Jaksa untuk ditindaklanjuti.

"Ketika cukup bukti bagi kami maka secara kelembagaan akan dibahas bersama penyidik polres Belu dan Jaksa," terang Agus.

Untuk pelakunya tambah Agus perlu pembuktian sehigga saat ini masih kategori oknum.

Kronologis Penyerangan Kampanye Paket Sahabat

Sebelumnya diberitakan, kampanye pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybdrodus Lay-JT Ose Luan, Sabtu (17/10/2020) di Desa Naetimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, dihadang sejumlah oknum warga di wilayah itu.

Padahal kampanye dengan pertemuan terbatas yang dihadiri langsung calon Bupati Willy Lay itu awalnya berlangsung meriah dan warga nampak antusias bahkan histeris menyambut Willy Lay dan tim.

Namun sayang, suasana kegirangan warga dalam kampanye menyongsong pesta Demokrasi (Pilkada Belu 2020) itu justru dinodai dengan aksi tak terpuji yang dilakukan oknum warga setempat.

Kejadian memalukan itu terjadi usai kampanye paslon yang terkenal dengan Paket Sahabat tersebut di titik kedua-Dusun Umamakerek persis di depan kediaman mantan Anggota DPRD Belu, Theodorus Lopez.

Disaksikan media ini, aksi sejumlah oknum warga yang telah mencoreng nilai demokrasi di Kabupaten Belu itu berawal dari kampanye Sahabat di titik pertama di Dusun Nusikun.

Dimana saat kampanye, sejumlah oknum pemuda yang berkumpul di salah satu rumah warga kurang lebih 20 meter dari tempat kampanye mulai memutar musik seolah bermaksud mengganggu jalannya kampanye.

Selanjutnya, usai kampanye di titik tersebut, paslon bersama tim bergerak ke titik kedua di Dusun Umamakerek. Saat melewati depan rumah dimana sejumlah oknum pemuda berkumpul itu nampak mereka hendak menghadang dengan gerobak dan membawa serta sejumlah poster yang salah satu poster bertuliskan 'SUSU GRATIS ATAU SUSU BABI BASI'.

Beruntung, aksi tersebut berhasil diredam aparat kepolisian yang bertugas sehingga paslon dan tim Sahabat berhasil melewatinya dengan aman.

Masih disaksikan media ini, di titik kedua Dusun Umamakerek, saat kampanye berlangsung, sejumlah pemuda berusaha mengganggu kampanye itu dengan kebutan sepeda motor racing. Namun aksi itu tidak berlangsung lama dan kampanye tetap berjalan hingga berakhir.

Usai kampanye, Willy Lay yang sejak awal mengendarai sepeda motor trail bergerak menuju titik ketiga di Dusun Haliserin, namun dalam perjalanan, Willy Lay dan tim dihadang sejumlah warga yang mayoritas pemuda persis di pertigaan antara Dusun Umamakerek dan Dusun Haliserin.

Pihak aparat kepolisian berupaya menghalau serangan tersebut. Namun sejumlah oknum pemuda itu tetap melancarkan aksi mereka hingga sejumlah pendukung sahabat dipukul. Salah satunya, Dony Kapitan.

Selain itu, dari aksi tersebut, mobil milik anggota DPRD Belu asal partai Gerindra, Marthen Naibuti juga dirusaki hingga bodi pintu sebelah kiri peot.

Walau dihadang dan mobil dirusak, ratusan tim sahabat yang mengawal Willy Lay berhasil melewati hadangan puluhan pemuda itu.

Sahabat kemudian menggelar kampanye di Dusun Haliserin dan walaupun berjalan hingga selesai, namun sempat terjadi aksi teriakan dari salah satu dari beberapa pemuda yang sejak kedatangan paslon dan tim sudah berada di rumah salah satu warga persis di depan tempat kampanye dan tengah meneguk minuman keras (miras-sopi).

Saat kampanye Sahabat berlangsung terdengar teriakan kata-kata Jokowi, Bodok dan Tipu oleh salah satu oknum pemuda dari beberapa pemuda yang meneguk miras tersebut.

Terikan itu sontak membuat pendukung sahabat langsung berlari menuju sekelompok pemuda tersebut dan terjadi adu mulut.

Namun situasi kembali kondusif setelah Ketua Tim Pemenangan Paket Sahabat Benny Kenenbudi dan Ferdinand Bae menghampiri mereka untuk menghalau massa pendukung sahabat yang marah hingga selesai kegiatan kampanye paket Sahabat.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Pjs. Bupati Belu, Zakarias Moruk akan mendatangi posko masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu untuk bersilahturahmi sekaligus mengingatkan paslon agar menjaga situasi keamanan selama Pilkada Belu serta menerapkan protokol Covid-19 secara disiplin.


"Mungkin besok saya bersama pimpinan forkompinda akan datang ke posko masing-masing, di posko Paket Sahabat dan Paket Sehati," kata Pjs. Bupati Belu Senin (19/10/2020).

Menurut Zaka Moruk, tujuan kedatangannya ke posko pasangan calon adalah untuk mengingatkan paslon agar menjaga protokol Covid-19 selama masa kampanye. Pasalnya, dalam aturan, batas maksimal peserta kampanye sebanyak 50 orang. Tapi orang yang datang nonton kampanye juga terkadang banyak.

"Jangan sampai peserta kampanye hanya 50 orang terus yang datang nonton lebih banyak. Ini kan soal juga. Makanya besok saya ajak pak dandim dan pak kapolrea supaya kita sama-sama ke sana," katanya.

Pemerintah kata Zaka Moruk berharap kepada paslon agar selain menerapkan protokol Covid-19, juga sama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.

"Kita berharap kepada paslon agar selama masa kampanye dapat menerapkan protokol Covid-19 secara baik dan sama-sama menjaga situasi keamanan," pungkasnya.

[No/G-Ntt/Pos-Kupang.Com]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Mobil milik anggota DPRD Belu, Marthen Nai Buti hanya peot pasca penyerangan sejumlah pemuda terhadap rombongan tim pasangan Calon Bupati Belu Paket Sahabat, Willybrodus Lay yang juga dihadiri dirinya saat menggelar kampanye di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu (17/10/2020).


Kerusakan mobil Honda Brio warna kuning milik politisi Gerindra ini terjadi pada bagian pintu sebelah kiri.

Marthen Nai Buti menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi media ini, Minggu (18/10/2020) malam.

Marthen membenarkan kaca mobil depan yang retak (pecah) sebagaimana diberitakan media ini dari hasil pemantauan di lokasi kejadian, namun demikian, bukan karena dirusak saat kejadian, tetapi sebelumnya sudah retak.

"Peot saja, pintu kiri depan. Kaca sudah retak lama," ujar Marthen melalui pesan WhatsAppnya.

Diberitakan sebelumnya, kampanye pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybdrodus Lay-JT Ose Luan, Sabtu (17/10/2020) di Desa Naetimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, dihadang sejumlah oknum warga di wilayah itu.

Padahal kampanye dengan pertemuan terbatas yang dihadiri langsung calon Bupati Willy Lay itu awalnya berlangsung meriah dan warga nampak antusias bahkan histeris menyambut Willy Lay dan tim.

Namun sayang, suasana kegirangan warga dalam kampanye menyongsong pesta Demokrasi (Pilkada Belu 2020) itu justru dinodai dengan aksi tak terpuji yang dilakukan oknum warga setempat.

Kejadian memalukan itu terjadi usai kampanye paslon yang terkenal dengan Paket Sahabat tersebut di titik kedua-Dusun Umamakerek persis di depan kediaman mantan Anggota DPRD Belu, Theodorus Lopez.

Disaksikan media ini, aksi sejumlah oknum warga yang telah mencoreng nilai demokrasi di Kabupaten Belu itu berawal dari  kampanye Sahabat di titik pertama di Dusun Nusikun.

Dimana saat kampanye, sejumlah oknum pemuda yang berkumpul di salah satu rumah warga kurang lebih 20 meter dari tempat kampanye mulai memutar musik seolah bermaksud mengganggu jalannya kampanye.

Selanjutnya, usai kampanye di titik tersebut, paslon bersama tim bergerak ke titik kedua di Dusun Umamakerek. Saat melewati depan rumah dimana sejumlah oknum pemuda berkumpul itu nampak mereka hendak menghadang dengan membawa serta sejumlah poster yang salah satu poster bertuliskan 'SUSU GRATIS ATAU SUSU BABI'.

Beruntung, aksi tersebut berhasil diredam aparat kepolisian yang bertugas sehingga paslon dan tim Sahabat berhasil melewatinya dengan aman.

Masih disaksikan media ini, di titik kedua Dusun Umamakerek, saat kampanye berlangsung, sejumlah pemuda berusaha mengganggu kampanye itu dengan kebutan sepeda motor. Namun aksi itu tidak berlangsung lama dan kampanye tetap berjalan hingga berakhir.

Usai kampanye, Willy Lay yang sejak awal mengendarai sepeda motor trail bergerak menuju titik ketiga di Dusun Haliserin, namun dalam perjalanan, Willy Lay dan tim dihadang sejumlah warga yang mayoritas pemuda.

Pihak aparat kepolisian berupaya menghalau serangan tersebut. Namun sejumlah oknum pemuda itu tetap melancarkan aksi mereka hingga sejumlah pendukung sahabat dipukul. Salah satunya, Dony Kapitan.

Donny mengalami lebam dibagian tangan kanan dan bengkak dibagian kepala.

Selain itu, dari aksi tersebut, mobil milik anggota DPRD Belu asal partai Gerindra, Marthen Naibuti, dirusaki hingga kaca bagian depan pecah (retak).

Walau dihadang dan mobil dirusak, ratusan tim sahabat yang mengawal Willy Lay berhasil melewati hadangan puluhan pemuda itu.

Sahabat kemudian menggelar kampanye di Dusun Haliserin dan berjalan aman hingga selesai.

Dony Kapitan kepada wartawan saat dimintai komentarnya membenarkan dirinya dipukul oleh sejumlah pemuda di pertigaan Umamakerek, Dusun Lokfau sambil menunjuk luka lebam ditangan dan kepala.

Hal yang sama diungkap Marthen Naibuti yang menjadi korban pengrusakan mobil.

Dia mengaku kecewa dengan perilaku yang tidak menghargai perbedaan.

Walau demikian dirinya meminta polisi untuk menyelidiki dan menangkap para pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun media ini, sejumlah pemuda yang mengganggu dengan memukul dan merusak mobil tim Sahabat, telah diamankan pihak kepolisian.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
– Kampanye hitam hingga hinaan yang menghantam pasangan calon incumbent Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan bahwa pemimpin 'bodoh' dan 'tipu-tipu' seperti marak di media sosial (facebook) bahkan bersileweran dari mulut ke mulut ditengah masyarakat akhir-akhir ini memantik respon dari berbagai elemen masyarakat Belu.


Salah satunya purnawirawan TNI-AD yang juga tokoh masyarakat Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Hendrikus Mali turut angkat bicara terkait hinaan bahwa Bupati Lay dan Wabup Ose Luan adalah pemimpin 'bodoh'.

Endik Malae begitu akrab dikenal dengan nada tegas membantah informasi itu. Pasalnya, pemerintah Kabupaten Belu dibawah nahkoda Bupati Lay dan Wabup Ose Luan sukses membangun infrastruktur khususnya jalan menjadi bagus dari Kota hingga Kecamatan bahkan Desa.

"Kita ingat e, jalan-jalan dari sini sampai Laktutus, Mandeu sampai ke Lamaknen sudah bagus, siapakah yang membangun itu? Siapa yang membangun itu? Siapakah yang membangun itu? (Sahabat, teriak massa yang hadir) harus ingat itu. Jangan kita dengar orang bilang ini bodok, orang bodok bisa bangun jalan ini?,” Tandas Endik disambut riuh massa pendukung Sahabat saat kampanye di Dusun Haliserin, Desa Naitimu, Sabtu (17/10/2020).

"Dalan sa'e ba ne'e kawer hotu, barahuk barehuk kawer hotu," sambung Endik dengan pantun tetum.

Endik juga secara tegas membantah informasi yang mengatakan bahwa pemerintahan Willy Lay dan Ose Luan selama hampir lima tahun ini tidak membangun.

Menurutnya, informasi tersebut adalah isu murahan yang sengaja dihembuskan oleh oknum orang-orang pembohong dan pendusta yang tidak mau mengakui dan menghargai hasil kerja orang lain.

“Kalau ada orang lain yang mengatakan bapak Willy dan bapak Ose itu tidak membangun maka orang itu pembohong besar, ayam mana yang berkotek dia yang bertelur. Kalau dikatakan bapak Willy dan Wakilnya tidak membangun itu pembohong besar, pendusta yang tidak menghargai hasil kerja orang,” tukas Endik kembali disambut tepuk tangan meriah dari massa pendukung yang hadir.

Kesempatan itu, Endik mengingatkan agar sebagai pendukung jangan saling menjelekan apalagi menjelekkan pemimpin Belu.

"Jadi, saya minta saudara saudara kalau menjadi pendukung jangan menjelek-jelekan satu sama yang lain. Kalau Sahabat menang kamu punya Bupati mau siapa? Kamu mau lari kasitinggal Belu ini? Saya minta kita dengan dingin hati, walaupun mereka dengan segala kekerasan atau tindak tanduk yang tidak sopan, atau seperti api yang menyala kita harus hadapi dengan tenang dan kita bawa air supaya mematikan api yang panas itu," pinta sang mantan prajutir ini.

Sebagai informasi, saat kampanye di lokasi tersebut aebagai dititik ketiga kampanye Paket Sahabat situasi sempat memanas lantaran ada beberapa pemuda yang tampak sudah duduk meneguk minuman keras (miras-sopi) persis didepan rumah tempat kampanye sejak awal kedatangan rombongan Paket Sahabat.

Saat kampanye Sahabat berlangsung terdengar teriakan kata-kata Bodok dan Tipu oleh salah satu oknum pemuda dari beberapa pemuda yang meneguk miras tersebut.

Terikan itu sontak membuat pendukung sahabat langsung berlari menuju sekelompok pemuda tersebut dan terjadi adu mulut.

Namun situasi kembali kondusif setelah Ketua Tim Pemenangan Paket Sahabat Benny Kenenbudi dan Ferdinand Bae menghampiri mereka untuk menghalau massa pendukung sahabat yang marah hingga selesai kegiatan kampanye paket Sahabat.

Hadir dalam kampanye pertemuan terbatas itu, calon Bupati Belu Paket Sahabat, Willybrodus Lay.

Turut mendampingi istri tercinta, Lidwina Viviawaty Ng. Lay, sejumlah Anggota DPRD Belu asal partai pengusung yakni Marthen Nai Buti (Gerindra), Manuel Do Carmo (PPP), Irmina Puspita Sari Bere (PDI Perjuangan) dan Kristoforus Rin Duka dari partai Demokrat.

Hadir juga tokoh masyarakat setempat dan sejumlah tim kampanye Paket Sahabat.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Pemimpin besar yang rendah hati dan tulus adalah pemimpin yang penuh maaf dan tak pernah dendam.


Dia adalah Willybrodus Lay, Bupati Belu dan pemimpin rakyat Kabupaten Belu hasil Pilkada 2015 dan saat ini kembali maju sebagai calon petahana untuk Pilkada 2020 demi melanjutkan pengabdian membangun Belu lebih baik kedepan.

Bagaimana tidak? Willy Lay yang adalah politisi dan pengusaha sukses ini meski dicaci maki, difitnah, dihina seperti marak diikuti di media sosial akhir-akhir ini tak pernah digubrisnya.

Bahkan serangan yang nyaris mengancam ke arah fisiknya yang terjadi dan dilakukan sejumlah oknum pemuda Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu (17/10/2020) tak pernah diresponnya.

Ia justru menanggapinya dengan senyum dan secara tegas menyatakan tetap menyayanginya sebagai masyarakat Belu yang adalah Sahabat-Sahabatnya.

Ungkapan tulus itu dikemukanan Willy Lay usai dihadang dan melanjutkan kampanye pertemuan terbatas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu Paket Sahabat di Dusun Haliserin, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu (17/10/2020).

"Saya tidak panjang lebar menyampaikan, saya tau masyarakat Naitimu juga tau bahwa saya ada di hati kalian dan kalian ada di hati saya," ungkap Willy Lay disambut aplous meriah.

Sebagai Bupati Belu, Willy Lay menuturkan bahwa semua masyarakat Belu adalah Sahabat-Sahabat baiknya yang tak bisa dilisahkan.

"Ini persahabatan yang berangkat dari nilai yang luhur dan tidak bisa dipisahkan," tandas Willy Lay.

Kesempatan itu Willy Lay berharap masyarakat Belu sebagai Sahabat-Sahabatnya tidak terprovokasi.

"Tadi saya naik motor, ada yang pegang kayu mau pukul. Saya lihat, saya tidak simpan di hati, saya memaafkan semua karena ajaran Yesus kita harus saling memaafkan," pintanya.

Sebelumnya diberitakan, kampanye pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybdrodus Lay-JT Ose Luan, Sabtu (17/10/2020) di Desa Naetimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, dihadang sejumlah oknum warga di wilayah itu.

Padahal kampanye dengan pertemuan terbatas yang dihadiri langsung calon Bupati Willy Lay itu awalnya berlangsung meriah dan warga nampak antusias bahkan histeris menyambut Willy Lay dan tim.

Namun sayang, suasana kegirangan warga dalam kampanye menyongsong pesta Demokrasi (Pilkada Belu 2020) itu justru dinodai dengan aksi tak terpuji yang dilakukan oknum warga setempat.

Kejadian memalukan itu terjadi usai kampanye paslon yang terkenal dengan Paket Sahabat tersebut di titik kedua-Dusun Umamakerek persis di depan kediaman mantan Anggota DPRD Belu, Theodorus Lopez.

Disaksikan media ini, aksi sejumlah oknum warga yang telah mencoreng nilai demokrasi di Kabupaten Belu itu berawal dari  kampanye Sahabat di titik pertama di Dusun Nusikun.

Dimana saat kampanye, sejumlah oknum pemuda yang berkumpul di salah satu rumah warga kurang lebih 20 meter dari tempat kampanye mulai memutar musik seolah bermaksud mengganggu jalannya kampanye.

Selanjutnya, usai kampanye di titik tersebut, paslon bersama tim bergerak ke titik kedua di Dusun Umamakerek. Saat melewati depan rumah dimana sejumlah oknum pemuda berkumpul itu nampak mereka hendak menghadang dengan membawa serta sejumlah poster yang salah satu poster bertuliskan 'SUSU GRATIS ATAU SUSU BABI'.

Beruntung, aksi tersebut berhasil diredam aparat kepolisian yang bertugas sehingga paslon dan tim Sahabat berhasil melewatinya dengan aman.

Masih disaksikan media ini, di titik kedua Dusun Umamakerek, saat kampanye berlangsung, sejumlah pemuda berusaha mengganggu kampanye itu dengan kebutan sepeda motor. Namun aksi itu tidak berlangsung lama dan kampanye tetap berjalan hingga berakhir.

Usai kampanye, Willy Lay yang sejak awal mengendarai sepeda motor trail bergerak menuju titik ketiga di Dusun Haliserin, namun dalam perjalanan, Willy Lay dan tim dihadang sejumlah warga yang mayoritas pemuda.

Pihak aparat kepolisian berupaya menghalau serangan tersebut. Namun sejumlah oknum pemuda itu tetap melancarkan aksi mereka hingga sejumlah pendukung sahabat dipukul. Salah satunya, Dony Kapitan.

Donny mengalami lebam dibagian tangan kanan dan bengkak dibagian kepala.

Selain itu, dari aksi tersebut, mobil milik anggota DPRD Belu asal partai Gerindra, Marthen Naibuti, dirusaki hingga kaca bagian depan pecah (retak).

Walau dihadang dan mobil dirusak, ratusan tim sahabat yang mengawal Willy Lay berhasil melewati hadangan puluhan pemuda itu.

Sahabat kemudian menggelar kampanye di Dusun Haliserin dan berjalan aman hingga selesai.

Dony Kapitan kepada wartawan saat dimintai komentarnya membenarkan dirinya dipukul oleh sejumlah pemuda di pertigaan Umamakerek, Dusun Lokfau sambil menunjuk luka lebam ditangan dan kepala.

Hal yang sama diungkap Marthen Naibuti yang menjadi korban pengrusakan mobil.

Dia mengaku kecewa dengan perilaku yang tidak menghargai perbedaan.

Walau demikian dirinya meminta polisi untuk menyelidiki dan menangkap para pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun media ini, sejumlah pemuda yang mengganggu dengan memukul dan merusak mobil tim Sahabat, telah diamankan pihak kepolisian.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Karya pembangunan kepemimpinan Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan selama hampir lima tahun memimpin Belu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil atau akar rumput.


Salah satu pembangunan yang dirasakan adalah infrastruktur jalan dan listrik. Dimana, jalan yang sebelumnya rusak, saat ini sudah hotmix hingga Kecamatan bahkan Desa. Termasuk listrik masuk hingga hampir semua Dusun.

Atas keberhasilan pembangunan itu, Willy Lay dan Ose Luan yang kini kembali bersama-sama maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Belu (Paket Sahabat) diharapkan untuk tetap pimpin Belu.

Demikian pengakuan tulus Mama Bendita Germana (45) warga RT 02, RW 01 Dusun Musikun, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu dihadapan calon Bupati Belu, Willybrodus Lay saat kampanye pertemuan terbatas di wilayah itu, Sabtu (17/10/2020).

Sebagai masyarakat kecil, Mama Bendita mengaku sudah merasakan pembangunan seperti jalan dan listrik selama kepemimpinan Willy Lay-Ose Luan.

Berkat jalan yang sudah bagus, masih diakui Mama Bendita, saat ini pihaknya jika harus ke pasar dan kebun tidak lagi berjalan kaki sambil menjunjung barang di kepala.

"Kami sampaikan terima kasih karena bapak Willy dan bapak Ose selama ini ibarat tanam buah hasil kami sudah nikmati. Seperti jalan kami sangat rasakan, karena kalau tidak kami masyarakat kecil mau ke pasar, kami jalan kaki sambil menyunggi atau menjunjung (tutur-sebutan tetum) barang. Tapi sekarang ini, karena jalan bagus, kami ke kebun juga tidak junjung barang lagi," ungkap Mama Bendita.

Kesempatan itu, Mama Bendita menyampaikan terima kasih dan mendukung Paket Sahabat dengan harapan Willy Lay-Ose Luan tetap pimpin Kabupaten Belu.

"Kami tidak lupa, tanggal 9 Desember nanti, kami pilih nomor 1," pintanya.

Turut hadir mendampingi calon Bupati Wilybrodus Lay yakni istri tercinta, Lidwina Viviawaty Ng. Lay, sejumlah Anggota DPRD Belu asal partai pengusung yakni Marthen Nai Buti (Gerindra), Manuel Do Carmo (PPP), Irmina Puspita Sari Bere (PDI Perjuangan) dan Kristoforus Rin Duka dari partai Demokrat.

Hadir juga tokoh masyarakat setempat dan sejumlah tim kampanye Paket Sahabat.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Kampanye pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybdrodus Lay-JT Ose Luan, Sabtu (17/10/2020) di Desa Naetimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, dihadang sejumlah oknum warga di wilayah itu.

Padahal kampanye dengan pertemuan terbatas yang dihadiri langsung calon Bupati Willy Lay itu awalnya berlangsung meriah dan warga nampak antusias bahkan histeris menyambut Willy Lay dan tim.

Namun sayang, suasana kegirangan warga dalam kampanye menyongsong pesta Demokrasi (Pilkada Belu 2020) itu justru dinodai dengan aksi tak terpuji yang dilakukan oknum warga setempat.

Kejadian memalukan itu terjadi usai kampanye paslon yang terkenal dengan Paket Sahabat tersebut di titik kedua-Dusun Umamakerek persis di depan kediaman mantan Anggota DPRD Belu, Theodorus Lopez.

Disaksikan media ini, aksi sejumlah oknum warga yang telah mencoreng nilai demokrasi di Kabupaten Belu itu berawal dari  kampanye Sahabat di titik pertama di Dusun Nusikun.

Dimana saat kampanye, sejumlah oknum pemuda yang berkumpul di salah satu rumah warga kurang lebih 20 meter dari tempat kampanye mulai memutar musik seolah bermaksud mengganggu jalannya kampanye.

Selanjutnya, usai kampanye di titik tersebut, paslon bersama tim bergerak ke titik kedua di Dusun Umamakerek. Saat melewati depan rumah dimana sejumlah oknum pemuda berkumpul itu nampak mereka hendak menghadang dengan membawa serta sejumlah poster yang salah satu poster bertuliskan 'SUSU GRATIS ATAU SUSU BABI'.

Beruntung, aksi tersebut berhasil diredam aparat kepolisian yang bertugas sehingga paslon dan tim Sahabat berhasil melewatinya dengan aman.

Masih disaksikan media ini, di titik kedua Dusun Umamakerek, saat kampanye berlangsung, sejumlah pemuda berusaha mengganggu kampanye itu dengan kebutan sepeda motor. Namun aksi itu tidak berlangsung lama dan kampanye tetap berjalan hingga berakhir.

Usai kampanye, Willy Lay yang sejak awal mengendarai sepeda motor trail bergerak menuju titik ketiga di Dusun Haliserin, namun dalam perjalanan, Willy Lay dan tim dihadang sejumlah warga yang mayoritas pemuda.

Pihak aparat kepolisian berupaya menghalau serangan tersebut. Namun sejumlah oknum pemuda itu tetap melancarkan aksi mereka hingga sejumlah pendukung sahabat dipukul. Salah satunya, Dony Kapitan.

Donny mengalami lebam dibagian tangan kanan dan bengkak dibagian kepala.

Selain itu, dari aksi tersebut, mobil milik anggota DPRD Belu asal partai Gerindra, Marthen Naibuti, dirusaki hingga kaca bagian depan pecah (retak).

Walau dihadang dan mobil dirusak, ratusan tim sahabat yang mengawal Willy Lay berhasil melewati hadangan puluhan pemuda itu.

Sahabat kemudian menggelar kampanye di Dusun Haliserin dan berjalan aman hingga selesai.

Dony Kapitan kepada wartawan saat dimintai komentarnya membenarkan dirinya dipukul oleh sejumlah pemuda di pertigaan Umamakerek, Dusun Lokfau sambil menunjuk luka lebam ditangan dan kepala.

Hal yang sama diungkap Marthen Naibuti yang menjadi korban pengrusakan mobil.

Dia mengaku kecewa dengan perilaku yang tidak menghargai perbedaan.

Walau demikian dirinya meminta polisi untuk menyelidiki dan menangkap para pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun media ini, sejumlah pemuda yang mengganggu dengan memukul dan merusak mobil tim Sahabat, telah diamankan pihak kepolisian.

[No/G-Ntt]

Salah satu oknum warga (baju kaos putih) yang memukul pendukung Sahabat

Atambua, GerbangNTT. Com
- Kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay dan JT Ose Luan titik pertama di Dusun Musikun, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Sabtu (17/10/2020) berlangsung meriah dan luar biasa.

Disaksikan awak media ini, calon Bupati Wilybrodus Lay yang didampingi istri tercinta, Lidwina Viviawaty Ng. Lay disambut dengan yel-yel meriah dengan membawa serta spanduk yang bertuliskan  'Sahabat Troya Naitimu' yang terlihat sangat kompak.

Selanjutnya, Wily Lay yang dikenal dengan sosok rendah hati itu yang juga didampingi sejumlah Anggota DPRD Belu asal partai pengusung yakni Marthen Nai Buti (Gerindra), Manuel Do Carmo (PPP), Irmina Puspita Sari Bere (PDI Perjuangan) dan Kristoforus Rin Duka dari partai Demokrat diarak menuju tempat kampanye.

Saat diarak, para pendukung dibawah komando relawan muda Sahabat Naitimu yakni Elpy Lau, Dedy Lau dan Haman Hendrikus berjalan dalam formasi pagar di kiri dan kanan jalan sambil teriak yel-yel "Sahabat Sesu La Hola-Sahabat Kaku La Hola".

Usai kampanye di Dusun Musikun dan hendak melanjutkan kampanye titik kedua di Dusun Uma Makerek yang juga masih di wilayah Desa Naitimu, nampak Willy Lay tetap diarak relawan Sahabat Naitimu. Namun lebih menarik dari penyambutan awal.  

Hal ini lantaran saat bergerak dari titik pertama menuju titik kedua, nampak Willy Lay tidak menumpang mobil miliknya seperti biasanya. Justru Willy Lay mengendarai motor trail yang sudah disiapkan dan diapit para relawan dan pendukung Sahabat Naitimu yang juga masing-masing mengendarai sepeda motor melintasi jalur pasar Halilulik hingga tiba di titik kedua di Dusun Uma Makerek.

Masih disaksikan media ini, saat tiba di Dusun Uma Makerek, relawan dan pendukung Sahabat yang sudah menunggu langsung histeris menyambut.

Willy Lay saat itu disambut secara adat dan diarahkan menuju tenda sambil meneriakan yel-yel "Sahabat Sesu La Hola-Sahabat Kaku La Hola".

Di dalam tenda, bahkan Willy Lay digendong para relawan dan pendukung Sahabat sambil bergoyang diiringi lagu Sahabat karya relawan Sahabat Naitimu sebelum memulai kampanye.

Untuk ketahui, istilah Troya (Kuda Troya), merupakan prihal Film yang menakjubkan. Sebuah strategi perang yang dilakukan Brad Pitt untuk membobol benteng pertahanan Troy yang kuat sukar ditembus dari pasukan Sparta.

'Troy' Film Kolosal yang rilis di tahun 2004 salah satu nominasi Oscar, kisah yang menegangkan. Ekspansi yang dilakukan Sparta dari Yunani terhadap kerajaan kecil yang bernama 'Troy'. Film yang berdurasi 198 menit yang diperankan aktor kawakan dari Hollywood 'Brad Pitt. Yang menjadi salah satu jagoan penting dari Sparta dalam penaklukan.

[No/G-Ntt]



Atambua, GerbangNTT. Com
- Kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan di putaran I masih berlangsung di zona II hingga hari ini, Jumat (16/10/2020).


Kampanye pasangan yang terkenal dengan sandi politik Sahabat hari ini berlangsung di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat.

Calon Bupati Belu Paket Sahabat, Willybrodus Lay dalam kampanye pertemuan terbatas di wilayah tersebut merasa kuat maju dan bertarung kembali di Pilkada Belu 2020.

Willy Lay yang adalah politisi dan pengusaha sukses di Belu ini mengaku kuat lantaran tidak saja didukung kelompok pemuda, tetapi juga Bapak-Bapak dan Mama-Mama yang ada di wilayah itu.

"Kehadiran Mama-Mama, kehadiran Bapak semua, saya merasa kuat hari ini berada di tempat ini," ungkap Willy Lay disambut tepuk tangan meriah.

Kesempatan itu, Willy Lay yang dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati itu mengemukakan, pasca dirinya bersama calon Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan terpilih pada Pilkada 2015 lalu berkat dukungan mayoritas masyarakat Belu termasuk masyarakat Tasifeto Barat (Tasbar) telah melaksanakan Visi Misi yang dijabarkan melalui program dengan baik.

Salah satunya jelas Willy Lay seperti pembangunan di bidang infrastruktur dan penataan birokrasi yang berhasil dijalankan hingga melampaui target.

"Visi misi kita yang kita jabarkan sejak itu target hingga 2020 seperti
Infrastruk sudah melampaui target (kapasitas) janji politik kami. Demikian juga penataan birokrasi terbaik," ujarnya kembali disambut aplous meriah.

Pembangunan infrastruktr dan penataan birokrasi kata Willy Lay dapat dilakukan dengan baik lantaran kemampuan pihaknya dalam mengelola anggaran yang tersedia.

"Kenapa semua terbaik, karena kita mencegah tidak terjadi korupsi. Cegah itu korupsi supaya kita ada uang untuk urusan pembangunan. Pencegahan korupsi untuk Kabupaten Belu terbaik se-NTT, pemeriksaan pengelolaan keungan oleh BPK juga Kabupaten Belu terbaik," tutur Willy Lay.

Turut hadir mendampingi calon Bupati Belu Paket Sahabat, Willybrodus Lay dalam kampanye pertemuan terbatas itu, sejumlah Anggota DPRD Belu asal parpol pengusung dan tim pemenang.

[No/G-Ntt]