Top News

Atambua, GerbangNTT. Com
- Hampir lima tahun sudah, masa kepemimpinan dan abdi Willybrodus Lay dan JT Ose Luan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu menahkodai Kabupaten Belu.

Artinya sebentar lagi masa pengabdian dua sosok rendah hati dan tulus dalam pengabdian untuk membangun Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini akan berakhir.

Warga Kabupaten Belu saat ini tengah menggelar pesta demokrasi yang saat ini sedang berlangsung hingga 9 Desember nanti (Pemilu) untuk kembali menentukan apakah dua tokoh yang sangat dekat dengan rakyat akar rumput ini tetap melanjutkan pengabdian mereka, ataukah ada calon pemimpin lain yang akan menggantikannya.

Ya, keputusan ada ditangan setiap atau masing-masing warga Belu yang memiliki hak suara.

Berta Marcal (35)
Berta Marcal (35) salah satu warga Belu yang memiliki keterbatasan fisik karena cacat kaki (disabilitas) masih menaruh harapan penuh Willybrodus Lay-JT Ose Luan yang kembali maju sebagai calon petahana yang terkenal dengan sandi politik Sahabat dapat kembali terpilih untuk memimpin Belu kedepan.

Bukan saja Berta, Ibunda Berta, Isabel Lobato (60) yang adalah warga RT 18E, RW 05 Linkungan Lesupu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua ini juga mendoakan pasangan Willy Lay-Ose Luan terpilih pada 09 Desember 2020 nanti.

Harapan dan doa kedua wanita Ibu dan Anak yang menetap di Kabupaten Belu karena eksodus pasca jajak pendapat Timor-Timur tahun 1999 lalu itu bukan tanpa alasan.

Berkat Willy Lay-Ose Luan mereka dapat menjual tenun ikat hasil karya mereka untuk bertahan hidup.

Berta Marcal dan Ibundanya Isabel Lobato menuturkan itu, ketika ditemui media ini dikediman mereka yang rewot di wilayah itu, Sabtu (29/11/2020) pagi.

"Saya berdoa Pak Willy bisa naik (terpilih) lagi jadi bupati supaya tetap bantu kami beli kami punya tais (kain tenun) untuk beli beras," kata Berta dengan mata berkaca-kaca penuh linangan air mata diamini Ibundanya Isabel Lobato.

Isabel Lobato (60), Ibunda Berta Marcal
Berta menuturkan, hanya di rezim Sahabat, tenun ikat yang dihasilkan dapat diuangkan. Karena itu, meski memiliki keterbatasan fisik cacat kaki, Berta tak pernah patah semangat untuk menenun.

Ia semangat menenun tak pernah merasa lelah lantaran hasil tenunannya sudah pasti dibeli ketika membawanya ke Dekranasda Belu yang dipimpin Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay yang merupakan Isteri Willy Lay sebagai Bupati.

"Saya duduk tenun tidak capek karena pasti selesai tenun bawa ke Ibu Bupati (Dekranasda) langsung ambil uang. Ibu tidak ada juga ada staf jadi kain yang kita bawa pasti dibeli," ungkap Berta ibunda dua anak itu tertunduk.

Berta mengisahkan ia pernah tak memiliki uang sama sekali, hasil tenunanpun belum selesai tenun.

Ia terpaksa mendatangi tetangga yang memiliki kain tenun lalu mengambilnya untuk membawa ke Dekranasda.

Harapannya, hasil jual kain tenun tetangga pasti akan dapat persen dan saat pulang pasti dapat uang ganti ongkos ojek dari Ibu Vivi.

"Kadang uang tidak ada, saya ambil kain tetangga langsung ke kantor Dekranasda, kalau tutup saya langsung ke rumah jabatan, ke pandopo tunggu Ibu datang. Datang saya langsung omong, Ibu saya tidak ada uang sama sekali, beli kain dulu. Langsung Ibu tanya bawa berapa, empat atau lima lembar langsung beli semua. Ibu juga ganti ongkos ojek," kisah Berta.

"Baru-baru saya telpon mau antar kain, Ibu bilang sekarang kami tidak di rumah jabatan, di rumah Haliren karena Bapak ada cuti kampanye, saya bilang tapi uang tidak cuti, saya mau bawa kain. Ibu langsung minta saya antar kain ke rumah dan beli," sambung Berta.

Berta menambahkan, selama ini hasil tenunan kadang dibawa ke pasar. Tapi tidak laku terjuak karena kadang tidak bagus, bawa ke Timor Leste juga tidak laku, tapi kalau bawa ke Ibu (Dekranasda) langsung beli semua.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Pimpinan dan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Belu untuk periode 2020-2024 resmi dilantik, Sabtu (21/11/2020).

BMI Kabupaten Belu yang merupakan organ sayap Partai PDI Perjuangan itu dipimpin Paulus Adrianus Adu sebagai Ketua Umum dan Sekretaris dijabat Ferdianandus Eduardus Tahu sebagaimana SK CPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu Nomor: 086/IN/SK/DPC-BELU/XI/2020.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan janji jabatan oleh Ketua DPD BMI Propinsi NTT, Erens F. Blegur dan penyerahan pataka oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu, Oktavianus Yongki kepada Ketua BMI Kabupaten Belu, Paulus Adrianus Adu disaksikan Pengurus DPD PDI Perjuangan Propinsi NTT, Hiro Banafanu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Belu, Marius F. Loe, Tokoh Agama, Romo Siktus, Anggota DPRD Kabupaten Belu dan Malaka Fraksi PDI Perjuangan, dan undangan lainnya yang berlangsung di Ball Room Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu.

Ketua DPD BMI Propinsi NTT, Erens F. Blegur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus BMI Belu yang telah dilantik sebagai kader muda militan.

Sebagai orang muda kata Blegur, kita punya kesempatan emas untuk bagaimana kader militan di BMI dapat berkompetisi melanjutkan tongkat kepemimpinan kedepan.

"BMI adalah organisasi politik sebagai kader yang dipersiapkan PDI Perjuangan untuk tujuan menjadi calon pemimpin masa depan," kata Blegur.

Blegur menuturkan, banyak kader-kader muda BMI yang menjadi pemimpin di seluruh Indonesia.

Diharapkan kader BMI Kabupaten Belu dapat berkiprah lima tahun mendatang sebagai pemimpin-pemimpin muda Kabupaten Belu.

"Intinya berproses di organisasi politik harus sungguh-sungguh dan militan juga paling penting adalah membangunan huhungan baik secara sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Kesempatan itu Blegur menambahkan bahwa BMI di seluruh Kabupaten/Kota se-NTT segera terbentuk dan kepengurusannya akan dilantik berkat dukungan penuh dari Pengurus Pusat PDI Perjuangan yang saat ini menjabat Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery.

"Terima kasih untuk Bapak Herman Hery, selamat datang dan selamat bergabung untuk kader-kader muda di BMI dan PDI Perjuangan. Silakan konsolidasi untuk perjuangan selanjutnya," pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus DPD PDI Perjuangan Propinsi NTT, Hiro Banafanu dalam sambutannya mengatakan pengurus BMI Kabupaten Belu yang baru saja dilantik bukanlah sembarang orang, anda bukan pengurus biasa, tetapi luar biasa istimewa.

Sebagai kader BMI yang hari ini dilantik, anda harus banyak bergulat di dalam semua sisi dan komponen demi perjuangan kedepan.

"Seorang kader harus memiliki integritas, jangan ikut arus, sekali banteng muda, tetap banteng muda, anda adalah organ sayap PDI Perjuangan yang akan digodok untuk menjadi calon pemimpin yangg handal di masa deoan untik membangun Belu, NTT dan Indonesia nantinya," pungkasnya.

Sebagai pengurus tambah Hironimus jadikanlah BMI Kabupaten Belu sebagai owner atau pemilik yang nantinya akan melebur bersama Partai Politik PDI Perjuangan untuk berjuang bersama-sama.

[No/G-Ntt]

Kota Kupang, GerbangNTT. Com
- Lebih dari seribu peserta pecinta game, mengikuti kompetisi olah raga elektronik (E-Sport) Gubernur Cup terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 20-21 November 2020 di Aula Eltari Kota Kupang, Jumat (20/11/2020).

Dalam kompetisi olah raga elektronik (E-Sport) Gubernur Cup berlangsung digelar dengan menerapkan protokol kesehatan di dalam Aula Eltari Kota Kupang.

Jenis game yang dipertandingkan, diantaranya Mobile Legends, PUBG Mobile dan Free Fire (FF)

Ketiga game tersebut merupakan game mobile paling banyak diminati oleh warga khususnya di NTT. Kompetisi ini akan memperebutkan Gubernur Cup 2020 dengan total hadiah sebesar Rp75.000.000, untuk ketiga cabang E-Sport tersebut.

Ketua Panitia Turnamen Esport Gubernur Cup, Bobi Demanik dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan turnamen Gubernur Cup dilaksanakan untuk menjaring potensi-potensi anak muda NTT menjadi atlet-atlet masa depan NTT. 

Diharapkan turnamen Gubernur Cup ini menjadi tolak ukur gamers NTT untuk berpartisipasi serta ikut dalam perlombaan PON 2021 di Provinsi Papua.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaring potensi anak muda NTT untuk menjadi atlet-atlet masa depan NTT. Harapannya turnamen ini menjadi tolak ukur bagi gamers untuk berpartisipasi dan yang ikut bisa terlibat dalam PON 2021," Ujar Bobi

Sementara itu, Ketua Umum E-Sport NTT, Brigjen TNI Adrianus Suryo Agung Nugroho mengungkapkan bahwa pelaksanaan turnamen sudah dimulai dari tanggal 9 November sampai dengan hari ini.

Nugroho juga berharap agar dengan adanya turnamen ini bisa mendorong para pemuda pemudi NTT agar ikut dalam PON dan semoga esport NTT dapat lebih maju untuk mencerdaskan anak anak NTT.

Perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia NTT, Dr. Umbu Saga mengungkapkan bahwa walaupun dalam kondisi pandemi, Panitia mampu melaksanakan turnamen dengan  protokol kesehatan.

Kegiatan ini perlu diapresiasi terhadap ESI NTT karena telah mengadakan turnamen untuk membangkitkan Esport di Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengungkapkan bahwa kegiatan turnamen hari ini diharapkan dapat membangun Nusa Tenggara Timur di bidang olahraga khususnya di bidang gamers karena dengan adanya pergeseran teknologi karena itu dengan memperkenalkan Esport dengan secara baik.

"Acara hari ini untuk membangun Nusa Tenggara Timur di bidang olahraga gamers karena dengan adanya pergeseran teknologi karena itu dengan memperkenalkan Esport dengan secara baik," Tegas Gubernur VBL.

Lanjut Viktor, Diharapkan dengan adanya Esport di NTT semoga membentuk mentalitas pemuda dengan Esport.

[Fk/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Lembaga Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (MPPI) kembali menyerahkan bantuan APD kepada tenaga medis di 3 Puskemas yang ada di Kabupaten Belu, Propinsi NTT, Perbatasan RI-Timor Leste, Jumat (20/11/2020).

Bantuan APD yang diberikan kepada tenaga medis di tiga Puskesmas yakni Puskesmas Webora, Kecamatan Raimanuk, Puskesmas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat dan Puskesmas Laktutus, Kecamatan Nanaet Duabesi tersebut berupa berupa 1.000 Pcs masker dan puluhan face shield.

Koordinator MPPI Cabang Belu Yansen Manek mengatakan, bantuan APD yang diberikan dilakukan sebagai bentuk dukungan MPPI untuk mendukung pemerintah dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Belu.

"Hari ini kita bagi 1.000 Pcs masker secara gratis di Puskesmas Webora, Halilulik dan Laktutus. Penyerahan langsung diterima oleh Kepala Puskesmas dan staf tenaga medis," ungkap Yan Manek begitu akrab dikenal.

Menurutnya, bantuan ini juga adalah wujud kepedulian lembaga MPPI dalam mendukung Pemerintah Belu khususnya tenaga medis sebagai garda terdepan dalam melakukan upaya pencegahan wabah virus Corona di daerah perbatasan.

Ia berharap, bantuan yang dibagikan kepada para tenaga medis di tiga Puskesmas dapat melindungi sekaligus membantu para tenaga medis saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan.

“Ini bantuan yang ketiga kalinya kita lakukan. Meski tidak seberapa bantuannya, tapi bisa bermanfaat bagi tim medis di tiga Puskesmas,” katanya.

Lebih lanjut Yan berharap warga masyarakat perbatasan Kabupaten Belu untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, rajin mencuci tangan, hindari kerumunan dan memakai masker setiap setiap beraktivitas diluar rumah.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Anggota DPRD Propinsi NTT, Anselmus Tallo angkat bicara terkait adanya informasi yang beredar di kalangan masyarakat Kabupaten Belu bahwa akan ada penyaluran bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 7,5 juta.

Informasi yang dihimpun media ini, bantuan Rp. 7,5 juta tersebut akan diberikan oleh salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu kepada masyarakat melalui masing-masing kelompok yang berjumlah lima orang (1 kelompok, 5 orang).

Dari informasi tersebut menyebutkan, bantuan jutaan rupiah itu merupakan bantuan sosial yang sumber anggarannya berasal dari APBD I propinsi NTT dan akan diberikan kepada masyarakat Kabupaten Belu perKepala Keluarga (KK).

"Tidak benar alias bohong bantuan sosial dari Propinsi NTT sebesar Rp. 7.5 juta per KK," tegas Anggota DPRD Propinsi NTT, Anselmus Tallo melalui pesan WhatsAppnya, Kamis (19/11/2020) malam.

Anggota DPRD Propinsi NTT empat periode ini menegaskan bahwa bantuan Ro. 7,5 juta untuk masyarakat Kabupaten Belu adalah informasi tidak benar yang disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Tolong diinfokan kepada masyaraat, bahwa bansos itu isapan jempol dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Ansel yang juga politisi Partai Demokrat ini menambahkan sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak termakan dan mudah percaya dengan informasi bohong terkait bantuan tunai Rp. 7,5 juta tersebut.

"Kiranya masyarakat Belu jangan percaya kepada figur pembohong," pungkasnya.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Pembangunan Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan selama 4 tahun lebih sangat dirasakan masyarakat.

Bahkan karya pembangunan melalui kebijakan WL-OL yang saat ini kembali maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati incumbent dengan nomor urut 1 yang terkenal dengan sandi politik Sahabat itu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput hingga di pelosok semisal infrastruktur jalan, listrik dan pariwisata.

Demikian politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Belu dalam orasi politiknya saat kampanye Paket Sahabat di Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Kamis (19/11/2020).

"Paket Sahabat dengan keringat, dengan tulus dan rendah hati membangun Kabupaten Belu. Banyak pembangunan yang sudah kita nikmati bersama, ada jalan, buka sampai Lamaknen, kami jalan susah waktu itu, jalan susah, tapi di kepemimpinan Willy Lay-Ose Luan jalan mulus sampai di ujung Lakmaras," tegas Yane Bone begitu akrab dikenal.

Mantan Anggota DPRD Belu tiga periode ini juga menegaskan masyarakat Kabupaten Belu untuk tidak ragu apalagi mempercayai isu miring yang sengaja dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab bahwa kepemimpinan Sahabat selama ini gagal.

Yane Bone mengatakan, justru kepemimpinan Willy Lay-Ose Luan sangat berhasil karena membangun pariwisata Kabupaten Belu yang tentunya tidak saja membuat Belu dikenal baik dikancah Nasional maupun Internasiona, tetapi juga akan berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat nantinya.

"Jadi jangan ragu, untuk pembangunan pariwisata, Willy Lay-Ose Luan bangun Patung Bunda Maria, Fulan Fehan yang kita foto-foto di sana berkat Willy Lay-Ose Luan. Jangan percaya orang bilang kepemimpinan Willy Lay-Ose Luan gagal, justru sangat berhasil, kita patut berterima kasih dengan tanggal 9 Desember coblos nomor 1," pungkasnya.

Mengakhiri orasi politiknya, politisi perempuan Belu yang sangat vokal ini mengingatkan masyarakat untuk memilih calon yang sudah bekerja, mengabdi membangun Belu dengan karya nyata, bukan calon yang hanya datang membawa janji.

"Saya mengajak semua untuk jangan ragu, jangan bimbang untuk pilih nomor 1, nomor 1 itu angka lurus, tidak bengkok-bengkok. Angka 1 itu yang kita harus pilih pada 9 Desember nanti, jangan ragu. Ada yang datang mempengaruhi silakan mereka datang, tapi hati kita ada pada nomor 1. Karena nomor 1 itu Paket Sahabat yang sudah berbuat, bukan hanya berjanji nanti perubahan, perubahan sana, perubahan sini. Kita sudah menikmati perubahan itu, kita sudah menikmati semua 5 tahun ini," pungkasnya.

Hadir dalam kampanye yang berlangsung meriah tersebut, calon Bupati Belu, Willybrodus Lay, Anggota DPRD Belu asal partai pengusung Paket Sahabat diantaranya, Marthen Nai Buti, Manuel Do Carmo dan Mady Manek serta tim kampanye Paket Sahabat.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- BNI Atambua mulai menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) untuk 6.503 pelaku Usaha Mikro yang merupakan nasabah PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai salah satu BUMN.

Bantuan tersebut disalurkan sebagai upaya pemerintah dan PNM untuk mengatasi dampak langsung akibat dampak Covid-19.

Kepala BNI Capem Atambua, Yosepha M. Angi yang dikonfirmasi terkait bantuan untuk UMKM dari PNM, Rabu (18/11/2020) membenarkan adanya penyaluran bantuan BUMN tersebut kepada nasabah penerima.

Bantuan tersebut lanjutnya, disalurkan melalui rekening masing-masing penerima sebesar Rp 2,4 juta.

Jumlah penerima di kabupaten Belu bilangnya sebanyak 6.503 nasabah, yang telah didata oleh PNM pada Agustus 2020 lalu.

Pembayaran bantuan Covid-19 untuk UMKM berlangsung di kantor BNI Capem Atambua.

“Sekarang sudah mulai pembayaran, dari pukul 8:00 Wita pagi hingga pukul sampai jam 13:00 Wita. Karena sekarang masa pandemi, maka kami bayar berdasarkan kelompok dan jadwal diatur barsama kantor PNM,” ungkap Yossy Angi sapaan karibnya seperti dilansir kilastimor.com.

Disinggung terkait klaim bahwa bantuan itu merupakan upaya paket tertentu dalam Pilkada Belu, Yossy Angi menegaskan, penerima dana ini pasti tahu dari mana bantuan tersebut, karena mereka langsung dikoordinir oleh tim PNM di Atambua.

Bantuan ini merupakan bantuan Presiden (Banpres) sehingga klaim tersebut tidak benar.

“Ini bantuan Presiden untuk seluruh Indonesia termasuk Belu. Jadi tidak benar kalau diklaim pihak tertentu terkait Pilkada Belu,” tuturnya.

Data nasabah lanjutnya, dihimpun oleh PNM, selanjutnya dibukakan rekening secara terpusat dan
pihaknya di daerah bertugas menyalurkan.

Untuk diketahui, bantuan usaha ini tertuang dalam peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Republik Indonesia nomor 6 tahun 2020 tentang pedoman umum penyaluran bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional serta penyelamatan ekonomi nasional pada masa Covid-19.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Anak-anak penghuni panti asuhan di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL merasa gembira dan bahagia lantaran mendapat sentuhan kasih dari pengurus Kosgoro 1957 Kabupaten Belu.

Sentuhan kasih dimaksud adalah berupa pembagian paket perlengkapan mandi yang diserahkan oleh Pimpinan Daerah Kosgoro (PDK) pada Minggu (15/11/2020) sore.

Ketua Kosgoro 1957 Kabupaten Belu, Maxi Saka kepada media ini mengatakan, kegiatan berbagi kasih untuk anak-anak panti asuhaan ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas ulang tahun Kosgoro 1957 tahun 2020 yang ke-63 pada Selasa, 10 November 2020 lalu.

Selain itu, kegiatan berbagi kasih kepada anak-anak panti jelas Maxi begitu akran dikenal, juga dilakukan sebagi bentuk kepedulian pihaknya terhadap sesama yang dirasa sangat membutuhkan.

"Kegiatan ini kita lakukan selain sebagai wujud syukur kita di HUT Kosgoro 1957 ke-63 juga sebagai wujud kepedulian PDK Kosgoro Kabupaten Belu terhadap sesama," ungkap Maxi. 
 
Maxi menuturkan, anak-anak panti yang mendapat sentuhan kasih dari PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Belu yakni Pusat Rehabilitasi Hidup Baru (PRHB) Onoboi, Kelurahan Umanen dan dan Panti Asuhan Almuhajirin Tini.

Bentuk sentuhan kasih yang diberikan pihaknya kata Maxi sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

Pihaknya tambah Maxi mengaku apa yang dilakukan mungkin tak beenilai, tetali diberikan dengan tukus dan iklas. Setidaknya bantuan ini bisa membantu meringankan beban anak-anak di dua Panti Asuhan tersebut.

"Walaupun bantuan yang diserahkan tidak seberapa, tetapi menjadi sangat bermakna. Kami sangat bahagia tadi disambut pengurus dua panti dan bisa bantu anak-anak yang ada,” pintanya.

Kedepan harap Maxi, pihaknya dapat melakukan kegiatan serupa yakni berbagi kasih kepada sesama yang lain yang mungkin masih membutuhkan sentuhan kasih sebagai sesama.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Upaya Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama tim sukses untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat Belu di Pilkada Belu 2020 semakin gencar dilakukan dengan berbagai cara baik melalui kampanye visi, misi dan program juga sosialisasi sosok kandidat secara personal dengan harapan dapat didukung masyarakat untuk memimpin Kabupaten Belu nantinya.

Belakangan merebak dan beredar isu adanya pihak tertentu yang mendatangi masyarakat meminta kumpul KTP dan dijanjikan akan diberikan bantuan sebesar Rp. 7,5 juta jika bersedia memilih Paket Calon tertentu.

Selain itu, kepada Warga Pejuang Eks Timor-Timur (Warga Belu Baru) yang masih berdomisili di lahan pemerintah juga dijanjikan akan memiliki lahan tersebut menjadi hak milik jika mendukung dan memilih Paket calon tertentu di Pilkada Belu 9 Desember 2020 nanti.

Menanggapi itu, Anggota DPRD Belu asal Partai Gerindra, Marthen Nai Buti menegaskan bahwa janji bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 7,5 juta itu tidak ada.

"Hari ini mau Pilkada ada lagi upaya pembohongan yang mau dilakukan beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab. Orang datang kumpul KTP mau terima 7,5 juta sudah terima atau belum? Tanya Nai Buti lalu dijawab warga bahwa belum saat Kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan di Karantina-Haliwen, Lesupu, Kelurahan Manumutin, Sabtu (14/11/2020).

"Kami sudah tanya ke Bank, ke Dinas Sosial, Dinas Koperasi Kabupaten Belu Kepala Dinas sudah sampaikan di Media, bahwa tidak ada program seperti itu," sambung Nai Buti.

Nai Buti yang adalah Anggota DPRD Belu dua periode itu juga menegaskan bahwa, janji kepada Warga Pejuang Eks Timor-Timur (Warga Belu Baru) yang masih berdomisili di lahan pemerintah akan memiliki lahan tersebut menjadi hak milik jika mendukung dan memilih Paket calon tertentu di Pilkada Belu 9 Desember 2020 nanti juga "omong kosong" (tipu atau bohong red).

"Sekitar satu tahun lebih yang lalu ada janji dari orang-orang tidak bertanggungjawab katanya mau datang ukur tanah, kampling untuk dimiliki sebagai hak milik. Tanah ini sertifikat kalian sudah terima atau belum? Yang bisa dilakukan oleh Pemda Belu saat ini hanya dua, pertama memberikan jaminan bahwa sepanjang belum ada solusi yang permanen kalian tetap tinggal di sini sampai kapanpun. Kedua, kalau saatnya mau kekuar, harus ada jaminan lokasi dan perumahan yang layak sudah tersedia baru bisa keluar dari lokasi ini. Kalau ada pihak yang janji bahwa tanah ini menjadi milik kalian itu omong kosong," tandas Nai Buti disambut tepuk tangan meriah warga pendukung Sahabat yang hadir.

Politisi partai pimpinan Prabowo Subianto ini menjekaskan bahwa, lokasi ini (Karantina-Haliwen) adalah tanah milik pemerimtah dan merupakan aset Dinas Peternakan Propinsi NTT juga merupakan wilayah yang berdasarkan RTRW tidak bisa menjadi lokasi pemukiman, ini akan menjadi kawasan hijau bagi Kota Atambua dan sekitarnya.

"Jadi jangan kita saling membohongi, rakyat itu sudah susah, rakyat warga eks timor-timur 1999 selama ini sudah menderita. Jangan karena kepentingan sesaat, jangan karena kepentingan tokoh-tokoh yang dengan kepentingan-kepentingan pribadinya masih mau membohongi," katanya.

Nai Buti juga mengajak warga belu baru di wilayah tersebut untuk tidak terpengaruh dengan pemimpin yang hari ini mau jadi bupati datang bicara bahwa bupati selama ini buat apa saja dan tidak lihat kalian.

"Persoalan warga eks timor-timur di Kabupaten Belu bukan menjadi tanggungjawab penuh Pemerintah Kabupaten Belu  tetapi persoalan Indonesia, persoalan dunia," pungkasnya.

Hadir dalam kampanye Paket Sahabat yang berlangsung meriah itu, Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan, Isteri tercinta calon Bupati, Ny. Lidwina Viviawati Ng. Lay, sejumlah Anggota DPRD Belu asal Parpol pengusung dan tim kampanye Paket Sahabat.

[No/G-Ntt]

Atambua, GerbangNTT. Com
- Kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT Ose Luan memasuki hari ke-50 pada Sabtu (14/11/2020).

Kampanye pasangan yang terkenal dengan sandi politik Sahabat di hari ke-50 berkesempatan digelar di Kantina-Haliwen, Lesupu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu yang merupakan pusat domisili Warga Pejuang Timor-Timur (Warga Baru) sejak eksodus pasca jajak pendapat 1999 hingga saat ini.

Disaksikan media ini, kampanye Paket Sahabat di wilayah tersebut berlangsung meriah. Warga nampak antusias hadir menyambut kehadiran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Willybrodus Lay-JT. Ose Luan yang juga didampingi, Isteri Calon Bupati, Ny. Lidwina Viviaty Ng Lay dan sejumlah Anggota DPRD Belu serta tim kampanye Paket Sahabat.

Kampanye paslon yang juga dikenal WL-OL dengan Nomor Urut 1 itu sejak awal berlangsung meriah dengan orasi politik secara bergiliran yang begitu antusias dari tim kampanye salah satunya Helio Caetano Monis dan sejumlah kader Parpol pengusung yang juga menjabat Anggota DPRD Belu yakni Marthen Nai Buti, Theodorus Menehitu Djuang dan Manuel Do Carmo.

Bukan saja tim, pasangan calon wakil bupati, JT Ose Luan yang sebagaimana beredar isu bahwa calon yang sudah tua itu nampak justru tampil lebih antusias dan berapi-api menyampaikan orasi politiknya terkait keberhasilan kepemimpinan Paket Sahabat selama hampir 5 tahun menahkodai Kabupaten Belu yang disambut tepuk tangan dan teriakan "Nomor 1 Mate Bendera Hun".

Namun menjelang berakhirnya kampanye, suasana yang awalnya meriah mendadak hening ketika pasangan Calon Bupati, Willybrodus Lay diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi politiknya.

Willy Lay mengawali dengan menyampaikan terima kasih atas partisipasi warga saat kampanye Sahabat dan mau mendukung Sahabat untuk melanjutkan pengabdian membangun Belu.

Menurut Willy Lay, selama 4 tahun lebih memimpin Belu, ia ingin meminimalisir persoalan Warga Pejuang Timor-Timur (Warga Baru) sebagaimana keterbatasan kewenangan Pemerintah Daerah.

Pasalnya persoalan warga Pejuang Timor-Timur khususnya warga belu baru juga menjadi tanggungjawab Pemda Belu meskipun kewenangan penuh menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

Namun kata Willy Lay, ia berkomitmen dan akan berupaya untuk mengatasi persoalan Pejuang Timor-Timur paling tidak mengangkat martabat warga baru sehingga tidak menjadi komoditas politik musiman dengan program yang menyentuh langsung substansi persolan seperti kepemilikan lahan dan rumah layak huni.

"Kita boleh miskin, tapi kita punya harga diri, saya ingin memberikan harga diri itu untuk bapak, mama, saudara-saudaraku, sehingga apa yang menjadi harga diri kalian itu tetap ada yaitu dengan program relokasi dan perumahan layak huni jika kami terpilih lagi. Jangan ragu-ragu, jika bapak, mama percaya kami memimpin lagi, saya akan membayar itu dengan program, bukan janji bahwa dapat 7,5 juta setelah itu semuanya berakhir dan kita tetap susah. Saya tidak ingin membuat janji dan mimpi, tetapi akan membawa kenyataan yang sederhana tapi tidak membuat kita susah," tegas Willy Lay disambut tepuk tangan meriah.

Kesempatan itu, Willy Lay juga menyampaikan pesan Prabowo Subianto kepada dirinya bersama Ose Luan untuk memperhatikan persoalan warga belu baru sesaat keputusan Partai Gerindra untuk mengusung Paket Sahabat maju di Pilkada Belu 2020.

"Bapak 08 (Prabowo) juga menyampaikan kepada saya, Willy saya ingin memberikan rekomendasi Partai Gerindra, tapi permintaan saya hanya satu, tolong perhatikan warga saya 1999 yang berkorban tinggalkan kampung halaman mereka. Saya menyanggupi itu dan titipan beliau ini ada di benak, pundak dan hati saya dan akan saya emban itu secara bertanggungjawab," kata Willy Lay mengulang pesan Prabowo.

Mengakhiri orasi politiknya, Willy Lay seolah tak mampu mengurai kata-kata. Ia nampak terdiam sesaat dan dari bola matanya nampak berkaca-kaca berlinang air mata mengingat beban persoalan yang dihadapi warga belu baru selama ini termasuk persolan kesulitan mendapatkan air bersih.

"Banyak tokoh masyarakat warga baru yang bertemu dan menyampaikan kepada saya bahwa kesulitan air bersih. Saya sedih dan menangis, kenapa? Karena kalian yang setiap hari hanya belah kayu bakar lalu dijual hanya untuk beli air. Ini yang membuat saya sedih dan menjadi motivasi saya untuk berjuang. Karena itu, program saya (Paket Sahabat) relokasi untuk pengadaan lahan dan perumahan layak huni, sehingga bisa mendapat pelayanan akses pembangunan lainnnya. Karena selama ini masih di lahan pemerintah memang sedikit sulit untuk mendapat program pemerintah semisal rumah layak huni," ucap Willy Lay membuat suasana diam dan hening.

Diberitakan sebelumnya, Warga Eks Timor-Timur (Warga Baru) di Haliwen-Lesupu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu menyatakan komitmennya untuk mendukung dan memenangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Willybrodus Lay-JT. Ose Luan di Pilkada Belu 9 Desember 2020.

Alasan para Warga Baru di wilayah tersebut mendukung pasangan calon Willy Lay-Ose Luan (WL-OL) yang terkenal dengan sandi politik Sahabat itu lantaran hanya Paket Sahabat yang memahami penderitaan mereka selama kurang lebih 20 tahun menetap di Kabupaten Belu pasca jajak pendapat 1999.

Demikian Jose Dos Santos kepada media ini di sela-sela kampanye Paket Sahabat di wilayah tersebut, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Jose, Paket Sahabat sangat memahami penderitaan warga baru selama ini sehingga menghadirkan program yang menjanjikan masa depan anak cucu mereka kedepan seperti program relokasi.

Pasalnya, sejak 1999 eksodus hingga saat ini mereka masih menetap di lahan pemerintah yang membuat pihaknya kesulitan untuk mengakses bantuan atau pelayanan pemerintah melalui program pembangunan selama ini.

"Sahabat paham persoalan kami, selama ini kami tinggal di tanah pemerintah, sulit dapat program pemerintah seperti rumah layak huni. Jadi program Sahabat tentang relokasi itu sangat tepat dan akan memastikan masa depan anak cucu kami karena sudah punya tanah sendiri, hidup tenang," ungkap Lemos.

Sementara itu, Ernestina Lemos Da Cruz menuturkan pihaknya mendukung Sahabat lantaran warga baru di wilayah Karantina-Haliwen tersebut juga sangat dekat, mengenal dan dikenal pasangan WL-OL sejak eksodus pasca jajak pendapat 1999.

"Pak Willy dan Pak Ose juga sebelum jadi bupati dan wakil bupati sudah kenal kami. Orangtua (Alm. Ayah) Pak Willy juga dulu sering bantu kami. Orang baik," tuturnya.

Ia berharap, Paket Sahabat kembali terpilih di 9 Desember 2020 nanti sehingga dapat melanjutkan pembangunan di Belu dan memperhatikan dengan melakukan sesuatu untuk merubah nasib Warga Baru di Haliwen.

Untuk diketahui, kampanye Paket Sahabat di wilayah tersebut berlangsung meriah. Warga nampak antusias hadir menyambut kehadiran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Willybrodus Lay-JT. Ose Luan.

Turut hadir mendampingi, Isteri Calon Bupati, Ny. Lidwina Viviaty Ng Lay dan sejumlah Anggota DPRD Belu serta tim kampanye Paket Sahabat.

[No/G-Ntt]