Top News

Jakarta, GerbangNTT. Com - Tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah saat pelaksanaan kampanye.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencegah berkumpulnya orang dalam jumlah banyak saat pelaksanaan pilkada yang digelar di masa pandemi Covid-19.

Selama tahapan, metode kampanye juga dilakukan dengan cara memanfaatkan daring (online) atau media sosial.

Hal ini diatur di Rancangan Peraturan KPU tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Kondisi Bencana Nonalam.
Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, ada empat metode pelaksanaan kampanye yang dilarang dilakukan oleh partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan/atau tim kampanye.

"Partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan/atau tim kampanye dilarang melaksanakan metode kampanye kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik."

Hal itu ia katakan saat uji publik virtual Rancangan Peraturan KPU tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Kondisi Bencana Nonalam, Sabtu (6/6/2020).

"Kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai, perlombaan, dan kegiatan sosial berupa bazar, donor darah, dan/atau hari ulang tahun," sambungnya.

Kampanye yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye, dapat dilaksanakan dengan metode kampanye berupa pertemuan terbatas.

Juga, pertemuan tatap muka dan dialog, debat publik/debat terbuka antar pasangan calon.

Lalu, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye, penayangan iklan kampanye di media masa cetak, media masa elektronik, dan lembaga penyiaran publik atau swasta, kampanye melalui media sosial dan rapat umum.

Untuk pertemuan terbatas dilakukan secara daring melalui video conference atau metode tatap muka virtual lain, dalam memanfaatkan media daring atau media sosial.

"Dilakukan secara langsung dengan ketentuan dilaksanakan dalam ruangan atau gedung tertutup, peserta kampanye paling banyak 20 orang. Pengaturan ruangan dan tempat duduk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Covid-19 pada daerah pemilihan setempat," kata Dewa.

Terakhir, partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan/atau tim kampanye mengupayakan metode kampanye pertemuan terbatas.
Dilakukan secara daring melalui video conference atau metode tatap muka virtual lain dengan memanfaatkan media daring atau media sosial.

Sementara, debat publik diselenggarakan di dalam studi Lembaga Penyiaran Publik/Swasta.
Dan, hanya dihadiri oleh calon/pasangan calon, anggota tim kampanye dalam jumlah terbatas dan KPU Provinsi dan/atau KPU Kabupaten/Kota sesuai wilayah kerja.

"Tidak menghadirkan undangan, penonton, dan/atau suporter. Menerapkan secara ketat protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh lembaga/instansi pemerintah terkait, dan siaran dapat dilakukan secara tunda oleh Lembaga Penyiaran Publik/Swasta apabila siaran langsung tidak dapat dilakukan," ujarnya.

[No/G-Ntt/Wartakotalive.com]
Atambua, GerbangNTT. Com - Pilkada serentak 2020 dipastikan akan berlangsung pada Desember mendatang.

Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Salah satu daerah yang akan menggelar hajatan Demokrasi itu adalah Kabupaten Belu.

Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, tahapan Pilkada sempat dihentikan sementara.

Namun, karena Pilkada akan dilaksanakan Desember 2020, maka tahapan Pilkada akan kembali berlangsung Juni ini.

Pelaksanaan pilkada pada Desember 2020 tertuang dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada. DPR pun menyetujui keinginan pemerintah dengan alasan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tak mempersoalkan rencana tersebut.

Hanya saja, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merekomendasikan agar pelaksanaan Pilkada dapat dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol Covid-19.

Menanggapi pelaksanaan Pilkada Belu 2020 yang akan digelar Desember dengan penerapan protokol Covid-19, bakal calon Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan dari Paket Sahabat Jilid II atau Petahana (Willybrodus Lay dan JT Ose Luan) yang dikonformasi mengaku pihaknya selalu siap.

"Persiapan ada, pasti semua calon mempersiapkan diri, dan saya orang lama jadi siap selalu," kata Ose Luan yang saat ini menjabat Wakil Bupati Belu kepada wartawan, Rabu (03/06/2020).

Terkait pola kampanye virtual atau melalui media sosial, Ose Luan mengatakan bahwa pola atau cara itu sangat bagus, hanya saja yang patut dilakukan dan dijaga bersama adalah etika.

Pasalnya, semua bakal calon yang nantinya ditetapkan untuk bertarung dalam Pilkada Belu Desember 2020 nanti adalah putar-putri terbaik Kabupaten Belu.

"Pola kampanya dengan cara apa saja sebenarnya pola itu bagus, karena kita menyesuaikan dengan kondisi riil Covid-19 ini. Yang saya harapkan itu, saya selalu tekankan kepada orang-orang saya baik yang sudah tinggalkan saya, ataupun yang datang masih dengan saya, jaga etika dan norma. Yang maju ini adalah orang-orang Belu, semua Warga Negara Indonesia, tidak ada yang impor, jadi harus santun. Santun itu menjadi sesuatu yang baik," ujarnya.

Sebagai bakal calon Petahana, Ose Luan menambahkan, pihaknya kembali maju dan bertarung di Pilkada Belu 2020 untuk melanjutkan perubahan di Kabupaten Belu.

"Untuk kami lanjutkan, kami lanjutkan perubahan, karena kami dulu juga perubahan, kami dulu bilang perubahan yes, berarti kami lanjutkan perubahan. Mereka lain baru datang untuk perubahan, terserah mau perubahan dulu itu yang lanjut, dilanjutkan sehingga perubahan itu makin panjang atau yang baru datang perubahan silakan. Mereka juga orang-orang hebat yang datang untuk bersama-sama kita berlomba," pungkasnya.

[No/G-Ntt]
Atambua, GerbangNTT. Com - Ratusan warga Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kumpul koin hadapi upaya Banding Bupati Belu, Willybrodus Lay.

Warga Perbatasan RI-RDTL antusias kumpul koin guna membantu Ignasius Bau, salah satu warga Leowalu yang sedang berjuang mencari keadilan.

Masyarakat Leowalu berbondong-bondong menuju rumah salah satu warga Leowalu, tepatnya di RT 005  dan RW 003, Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, pada Selasa (02/06/2020).

Pengumpulan koin ini untuk membantu biaya transportasi, makan dan minum Ignasius Bau saat menghadapi panggilan proses persidangan selanjutnya di PTUN.

“Kami, orang tua, kasihan dengan Iqnas, makanya kami kasih uang ojek untuk dia. Tidak banyak, seribu dua ribu yang penting kami bantu dia untuk cari keadilan,” demikian ujar Yosep Tes Iki, salah seorang warga Leowalu seperti dilansir timordaily.com.

Hal senada disampaikan Pius Siri, bahwa pada Pilkades sebelumnya, warga selalu diberikan sosialisasi oleh panitia pemilihan. Akan tetapi, pada Pilkades serentak tahun 2019, warga sama sekali tidak mendapatkan sosialisasi. Selain itu, hasil pemilihan Kepala Desa Leowalu tidak disetujui oleh BPD, tetapi bupati malah melantik.

“Karena itu, ketika Ignas pergi cari keadilan, kami sebagai orang tua mau tidak mau harus bantu dia. Biar sedikit yang penting ada sumbangan dari kami,” tandasnya.

Atas bantuan tersebut, Ignasius Bau mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membantunya dan tidak lupa Ia pun memintah doa dari masyarakat agar perjuangan bisa berakhir dengan mendapatkan keadilan.

“Saya hanya bisa sampaikan terima kasih untuk bapak dan mama semua. Semoga ada keadilan di akhir perjuangan kita. Doakan agar keadilan bisa terwujud,” pinta Ignas.

Sebelumnya diberitakan Calon Kepala Desa Leowalu, Iqnasius Bau selaku penggugat menang gugatan terhadap Bupati Belu, Willy Lay selaku tergugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang terkait penetapan kepala desa terpilih tahun 2019 lalu.

Data yang diperoleh pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Kupang disebutkan, perkara dengan nomor 102/G/2019/PTUN.KPG ini diputuskan pada Rabu (20/5/2020) lalu dengan status putusan, gugatan dikabulkan.

Ada lima point dalam putusan tersebut antara lain :

Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

Menyatakan batal Keputusan Bupati Belu Nomor: 224/HK/2019, tanggal 11 November 2019 tentang Pengesahan Calon Kepala Desa Kewar, Calon Kepala Desa Fulur, Calon Kepala Desa Duarato, Calon Kepala Desa Makir, Calon Kepala Desa Dirun dan Calon Kepala Desa Leowalu Terpilih Menjadi Kepala Desa Kewar, Kepala Desa Fulur, Kepala Desa Duarato, Kepala Desa Makir, Kepala Desa Dirun dan Kepala Desa Leowalu Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Periode 2019 – 2025, khususnya untuk Kepala Desa Leowalu Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu;

Mewajibkan Bupati Belu (Tergugat) Keputusan Bupati Belu Nomor: 224/HK/2019, tanggal 11 November 2019 tentang Pengesahan Calon Kepala Desa Kewar, Calon Kepala Desa Fulur, Calon Kepala Desa Duarato, Calon Kepala Desa Makir, Calon Kepala Desa Dirun dan Calon Kepala Desa Leowalu Terpilih Menjadi Kepala Desa Kewar, Kepala Desa Fulur, Kepala Desa Duarato, Kepala Desa Makir, Kepala Desa Dirun dan Kepala Desa Leowalu Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Periode 2019 – 2025 khususnya untuk Kepala Desa Leowalu Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu;

Memerintahkan Tergugat untuk melakukan proses pemilihan ulang Kepala Desa Leolwalu Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Periode 2019 – 2025 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam sengketa ini sejumlah Rp. 550.500,- (lima ratus lima puluh ribu lima ratus rupiah);

Terhadap putusan PTUN Kupang ini, Bupati Belu selaku tergugat mengajukan banding. Hal ini terlihat dari status perkara Permohonan Banding pada SIPP PTUN Kupang pada Kamis (28/5/2020).

[No/G-Ntt/Timordaily]
Atambua, GerbangNTT. Com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste sejak Desember 2019 hingga saat ini (Mei) masih ada dan terus meningkat.

Per hari ini, Jumat (29/05/2020), pasien yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti itu sebanyak 15 orang masih menjalani perawatan medis di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Sedangkan yang meninggal sebanyak 7 orang.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Atambua, Sipri Mali yang dikonfirmasi mengatakan, pasien DBD yang meninggal hingga saat ini tujuh (7) Pasien. Sementara yang masih dirawat ada lima belas (15) orang pasien.

Pasien DBD yang saat ini mejalani perawatan di RSUD Atambua kata Sipri mayoritas anak-anak.

"Masih ada yang dirawat ada 15 pasien anak. Kalau yang meninggal di RSUD 7 orang," ungkap Sipri melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (29/05/2020) siang.

Pasien yang terakhir meninggal di RSUD Atambua tambah Sipri pada Senin (21/04/2020) bulan lalu.

Terpisah, terkait jumlah kasus DBD, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon selulernya belum berhasil.

Pesan WhatsApp yang dikirim tidak terkirim. Media ini berhasil menghubungi melalui sambungan telepon selulernya, namun dr. Joice hanya menanyakan identitas wartawan dan media ini.

Selanjutnya dr. Joice mengakhiri percakapan lantaran mengaku dirinya sedang rapat.

Sebelumnya, data dan informasi yang dihimpun media ini hingga Rabu (29/04/2020) bulan lalu, kasus DBD di Belu sudah mencapai 712 kasus.

[No/G-Ntt]
Atambua, GerbangNTT. Com - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Belu terus melakukan penyelidikan (pendalaman) terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit porang (Maek Bako) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi bibit Maek Bako milyaran rupiah itu dilakukan penyidik Polres Belu sejak akhir Februari 2020 lalu.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada media ini Selasa (02/06/2020) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan (pendalaman) terhadap kasus dugaan korupsi Maek Bako.

Penyelidikan (pendalaman) yang dilakukan jelas Kasat Siregar dengan melengkapi kekurangan dokumen dan meminta klarifikasi terhadap sejumlah pihak.

"Masih ada kekurangan-kekurangan dokumen. Kita masih klarifikasi," kata Kasat Siregar melalui pesan WhatsApnnya.

Selanjutnya tambah Siregar jika semua dokumen sudah lengkap akan diproses lebih lanjut.

"Nanti kalau sudah lengkap baru kita sesuaikan mekanisme berikutnya," pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Tipikor Polres Belu sudah memeriksa atau meminta klarifikasi dari pihak PPK, rekanan (kontraktor), pegawai dari Dinas PPKAD Kabupaten Belu dan sejumlah masyarakat penerima bantuan porang.

Untuk diketahui, Maek Bako (Porang) merupakan program unggulan Pemda Belu dibawah nahkoda Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati, JT Ose Luan untuk mensejahterakan masyarakat di bidang pertanian.

Untuk mewujudkan itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Belu telah mengucurkan anggaran untuk pengadaan bibit (benih) porang (Maek Bako) senilai hampir 4 milyar rupiah untuk dapat dibudidaya masyarakat.

Anggaran hampir 4 M untuk budi daya Maek Bako tersebut dialokasikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu sejak tahun 2017 hingga 2019.

[No/G-Ntt]
Jakarta, GerbangNTT. Com - Pancasila selalu menjadi penggerak dan pemersatu bangsa dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam keseharian dan kehidupan masyarakat.

Demikian penegasan Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila yang pada kali ini digelar melalui telekonferensi dari Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, (01/06/2020).

Sebagaimana diketahui, Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sebuah kondisi yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, serta ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

"Dalam menghadapi semua ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," kata Presiden dalam amanat yang disampaikan.

Sejalan dengan hal tersebut, nilai-nilai Pancasila harus terwujud nyata serta menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan, bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, serta menjadi nilai yang terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.

"Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita pada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," imbuh Presiden.
Tema "Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju" yang diangkat dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi sangat relevan dengan situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo, dalam amanatnya, mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan. Juga untuk saling membantu, menolong, bergotong royong, dan selalu optimistis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang.

"Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan, situasi yang sulit masih akan kita hadapi. Situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu," ujar Presiden.

Tak hanya Indonesia, setidaknya sebanyak 215 negara di dunia juga berada dalam kondisi yang saat ini dihadapi oleh negara kita. Masyarakat dunia kini juga berjuang dan bekerja keras untuk mampu mengendalikan pandemi dan memulihkan perekonomiannya.

Dalam hal tersebut, Kepala Negara melanjutkan, Indonesia harus tetap optimistis, berkreasi, berupaya keras, dan tampil sebagai pemenang. Kekurangan dan kelemahan yang ada tidak semestinya menghalangi kita untuk terus maju. Sebaliknya, mari bersama perbaiki hal tersebut dan jadikan itu sebagai momentum untuk memicu lompatan kemajuan agar menjadi bangsa yang kuat dan mandiri serta menunjukkan ketangguhan kita sebagai satu bangsa dan negara.

"Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang. Kita harus optimistis, harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan, harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi Covid ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan masa depan kita. Kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa," kata Presiden.

Untuk diketahui, acara peringatan yang digelar melalui telekonferensi tersebut turut dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri, dan sejumlah kepala daerah.

[No/G-Ntt/Kemensetneg]
Jakarta, GerbangNTT. Com - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Genexine untuk mengembangkan
vaksin Covid-19. Vaksin ini dijadwalkan uji klinis di Indonesia pada Juni 2020.

Uji klinis vaksin dengan nama GX-19 mencakup pengembangan vaksin DNA terhadap virus corona baru oleh konsorsium Genexine, Binex, the International Vaccine Institute (IVI), GenNBio, the Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), dan Pohang University of Science & Technology (POSTECH).

“Kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 ini merupakan kontribusi Kalbe untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Sie Djohan, Direktur Kalbe Farma melalui siaran media, seperti dilansir kompas.com, Jumat (29/05/2020).

Sie Djohan berharap dengan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 bisa membuahkan hasil, sehingga kebutuhan vaksin di Indonesia dapat terjamin ketersediaannya.

Riset vaksin ini sebelumnya telah dilakukan kepada primata, dan telah terbukti menghasilkan antibodi yang mampu menetralisir virus Corona Baru, sehingga tahap berikutnya akan diuji kepada manusia.

Sie Djohan juga menambahkan, Kalbe akan menggandeng lembaga pemerintah untuk berkolaborasi mengembangkan vaksin Covid-19 ini sehinggga proses penelitiannya berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, PT Kalbe Farma Tbk Menjalin kerja sama dengan Genexine Inc, perusahaan obat biologi asal Korea Selatan, membentuk PT Kalbe Genexine Biologic (KGBio), sebuah perusahaan joint venture dalam mengembangkan dan membuat bahan baku obat-obatan bioteknologi di Indonesia.

Hingga Kamis (28/05/2020) pukul 12.00 WIB, pasien yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia tercatat 24.538 kasus.

Dari jumlah tersebut, pasien sembuh mencapai 6.240 orang dan 1.496 pasien Covid-19 meninggal dunia.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, kenaikan jumlah kasus Covid-19 paling tinggi terjadi di Jawa Timur. Berdasarkan data pemerintah, penambahan kasus di provinsi tersebut mencapai 171 kasus.

[No/G-Ntt/Kompas.com]
Atambua, GerbangNTT. Com - Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (MPPI) membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker secara gratis kepada masyarakat melalui tiga Puskesmas di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste, Jumat (29/05/2020).

Masker yang dibagikan itu sebanyak 1.000 pcs dan dibagikan ke Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna, Puskesmas Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak (14 dos) dan Puskesmas Silawan, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur (6 dos).

Usai menyerahkan bantuan masker gratis tersebut, Koordinator MPPI Cabang Kabupaten Belu, Yansen kepada media ini mengatakan, bantuan masker yang diserahkan untuk tenaga medis dan warga di tiga Puskesmas tersebut merupakan bentuk kepedulian dalam mendukung pelayanan kesehatan terutama untuk mencegah wabah Covid-19 Kabupaten Belu.

"Bantuan masker secara gratis ini merupakan wujud kepedulian dari lembaga MPPI dalam mendukung Pemerintah Belu dalam pencegahan wabah virus Corona di daerah perbatasan," katanya.

Dikatakan, masker yang diberikan sebanyak 1.000pcs sebagai APD bagi para tenaga medis di Puskesmas Haliwen, Silawan dan Kabuna yang diterima petugas atau piket Puskesmas masing-masing untuk kemudian dapat digunakan dalam melayani masyarakat secara medis nantinya.

Diharapkan, masker yang diberikan dapat melindungi sekaligus membantu para tenaga medis saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan.

"Bantuan kita tidak seberapa, tapi sekiranya masker yang kita berikan  bisa bermanfaat bagi tim medis di tiga puskesmas," ujarnya.

Ia juga berharap, warga masyarakat di perbatasan Belu untuk selalu memgikuti himbauan pemerintah dengan mengikuti protokol kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan, mengenakan masker dalam beraktivitas diluar rumah dan hindari kerumunan.

[No/G-Ntt]
Atambua, GerbangNTT. Com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Belu dan Fraksi NasDem DPRD Belu kembali melakukan kegiatan pencegahan terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste.

Sebelumnya, Partai NasDem yang terkenal dengan restorasi ini melalui kadernya di Kabupaten Belu melakukan upaya pencegahan Covid-19 dengan menyemprot disinfektan di sejumlah tempat dan fasilitas umum termasuk membagikan sembako terhadap warga Belu yang terdampak Covid-19.

Kali ini, dipimpin Ketua Organisasi Kader dan Keanggotaan DPD Partai NasDem Kabupaten Belu yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu, Benedictus Manek kembali melakukan kegiatan pencegahan Covid-19 dengan membagi-bagikan Alat Pelindung Diri (APD) secara gratis kepada warga Kabupaten Belu.
Terpantau media ini, Jumat (29/05/2020), Benny Manek begitu akrab dikenal didampingi Ketua DPC Kota Atambua, Johanes Ance Mau, Ketua DPC Atambua Selatan, Hendrikus Eang Seran dan  beberapa pengurus Garda membagikan masker gratis kepada warga seputaran Tini dan beberapa titik seKecamatan Kota Atambua dan Kecamatan Atambua Selatan.

Seementara secara terpisah, Anggota Fraksi NasDem DPRD Belu yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Belu, Cyprianus Temu membagikan masker secara gratis tersebut kepada warga di beberapa titik se-Kecamatan Atambua Barat.

Demikianpun Anggota Fraksi DPRD Belu lainnya yakni masing-masing Edmundus Nuak dan Aprianus Hale yang membagikan masker gratis untuk masyarakat di beberapa titik se-Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Tasifeto Barat.

Benny Manek yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Belu kepada media ini mengatakan, pihaknya terus melakukan giat pencegahan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat Kabupaten Belu untuk menghadapi Covid-19.
"Kita tetap concern dan peduli dengan warga Kabupatem Belu dengan berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19," ungkap Benny Manek.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu ini menambahkan masker yang dibagikan secara gratis kepada warga hari ini sebanyak 1.500pcs dan pihaknya akan gencar melakukan kegiatan pencegahan lainnya kedepan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Belu Cyorianus Temu menuturkan, selain pembagian masker kepada warga, pihaknya juga melakukan sosialisasi untuk pencerahan dan penyadaran terhadap warga untuk tetap mengikuti protokol pemerintah dan mengenakan APD dalam kehidupan new normal sebagaimana rencana kebijakan pemerintah yang nantinya akan diberlakukan di tengah situasi Covid-19 saat ini.

"Kepada masyarakat kita juga menyampaikan untuk mematuhi protokol dan himbauan pemerintah.  Termasuk kesadaran dari masyarakat sendiri untuk melengkapi diri dengan APD dalam beraktivitas jika kedepannya rencana pemerintah untuk menerapkan new normal ini mulai berlaku," tuturnya.

[No/G-Ntt]
Atambua, GerbangNTT. Com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Oktovianus Yongki Rorong sebagai Ketua dan Sekretaris DPC, Don W.S Dacosta bersama pengurus dan didukung Anggota DPR RI asal PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry tergerak untuk berbagi kasih bersama warga Kabupaten Belu, NTT terdampak Covid-19.

Kegiatan berbagi kasih itu dilakukan para kader Partai moncong putih itu dengan membagikan masker dan makan siang gratis kepada tukang ojek, sopir angkot dan buruh bangunan di seputaran Kota Atambua, Kamis (28/05/2020) siang.

Disaksikan media ini, pembagian masker dan makan siang gratis itu berlangsung di depan Hotel Nusantara Dua Atambua, Jalan IJ Kasimo, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu, Oktovianus Yongki Rorong kepada media ini mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud dukungan partai PDI Perjuangan kepada Pemerintah untuk penanggulangan dampak Covid-19.
"Terutama sebagai wujud kepedulian Partai PDI Perjuangan kepada warga Belu dalam hal ini mereka yang berprofesi ojek, sopir dan buruh bangunan yang megalami langsung dampak wabah Covid-19," ungkap Yongky.

Kegiatan yang merupakan Kolaborasi antara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu dan Depot Aroma Timor Atambua ini jelas Yongky menyediakan 100 nasi bungkus, 100 kotak teh botol dan 3000pcs masker bantuan dari Bapak Herman Herry yang akan di bagikan secara bertahap.

"Terima Kasih kepada Bapak Herman Herry yang juga telah ikut membantu mendukung kegiatan ini," tuturnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu, Don W.S Dacosta menambahkan, kegiatan berbagi kasih dengan pembagian masler dan makan siang ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan dengan rincian pembagian setiap minggu sekali.

"Kita akan bagi satu minggu satu kali dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk membantu pemerintah khususnya membantu saudara-saudara kita ditengah wabah Covid-19 saat ini," pungkasnya.

[No/G-Ntt]