Gerbangntt.com, Atambua – Merespon keluhan masyarakat terkait kekurangan bahkan ketiadaan obat di Apotik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua belakangan ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu akan mendukung dan mentetapkan anggaran sebanyak Rp.500.000.000 (Lima ratus juta rupiah) untuk pengadaan obat.

Hal ini disampaikan ketua DPRD Belu, Januaria A.Walde Berek kepada Media ini di gedung DPRD Belu, Jumat (08/09/2017).

“Karena masyarakat mengeluh maka di dalam sidang perubahan ini dari Komisi III akan mendukung anggaran 500 juta untuk pengadaan obat,” katanya.

Dukungan anggaran senilai 500 juta ini jelas Walde, akan di bahas dalam sidang perubahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) sidang paripurna II DPRD Belu tahun 2017 yang tengah berlangsung.

“Ini untuk mendukung kekurangan obat yang dikeluhkan masyarakat, karena menjadi tanggungjawab kita juga. Selain APBD Propinsi maupun APBN, tentu kita di daerah harus merespon,” ungkapnya.

Namun demikian, menurut politisi Gerindra itu, dukungan anggaran yang merupakan hasil pembahasan dalam sidang perubahan tersebut akan disampaikan ke Pemerintah Propinsi untuk di evaluasi dan di pertimbangkan.
“Nanti kita bawa evaluasi dan menjadi pertimbangan pemerintah propinsi, hasilnya seperti apa, kita laporkan didalam laporan evaluasi badan anggaran pada sidang paripurna berikut,” ujarnya.

Setelah penetapan, tambah Walde kedepan kita akan kontrol dan awasi agar tidak lagi terjadi kekurangan bahkan ketiadaan obat seperti yang dikeluhkan masyarakat.

“Kedepan tentu sebagai fungsi pengawasan, kita akan control, apalagi masyarakat pengguna BPJS ini jangan sampai tidak terlayani hanya karena tidak ada obat,” pintanya. [mp]
Bagikan:

GerbangNTT.Com

Post A Comment: