GerbangNTT. Com, ATAMBUA - Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT menggelar pelatihan kewirausahaan bagi klaster Tenun Timor binaan Bank Indonesia di Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL, Rabu (07/02/2018).

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di lingkungan Lesupu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu tersebut menghadirkan narasumber dari Bagian Perkreditan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Atambua, Aryadi, Fasilitator Koperasi Dinas Koperasi NTT, Jemmy Manu dan diikuti kurang lebih 80 orang ibu-ibu penenun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga melalui Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Provinsi NTT, Elvis Marunduri dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan tersebut mengatakan pelatihan ini dilakukan agar klaster tenun timor dapat lebih di bekali dan ditingkatkan kemampuan dalam menenun.
Dikatakan, peningkatan kemampuan dimaksud adalah lebih pada bagaimana membuka wawasan para pengrajin (penenun) untuk memahami peluang secara ekonomi terhadap pengembangan tenun ikat.

"Pelatihan ini sebagai fondasi untuk ibu-ibu pengrajin agar membuka wawasan berpikir tentang peluang usaha tenun ikat sehingga lebih giat menghasilkan tenun ikat yang diproduksi," ujar Elvis akrab disapa.

Lebih lanjut Elvis menuturkan, peningkatan kemampuan ini bukan saja pada pola pikir, tetapi juga kemampuan untuk memproduksi kain tenun yang lebih berkualitas sehingga mampu bersaing di pasaran.

"Menghasilkan produk tenun yang berkualitas adalah tuntutan, sehingga bisa bersaing di pasaran," tuturnya.

Apalagi tambah Elvis, saat ini pihaknya tengah membangun galeri yang letaknya sangat strategis yang merupakan satu-satunya di Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan sebagai sarana untuk menampung hasil tenun para pengrajin.
"Mudah-mudahan galeri ini bisa membantu hasil tenun ibu-ibu. Intinya kita berupaya untuk mendongkrak ekonomi rumah tangga pengrajin kain tenun ikat klaster binaan BI yang ada di Kabupaten Belu," pintanya.

Ketua kelompok tenun ikat timor, Albertina Da Gama disela-sela kegiatan pelatihan kepada gerbangntt.com mengaku sangat senang dengan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini.

Menurutnya, pelatihan ini adalah hal yang baru dan sangat membantu dan membuka wawasan para ibu-ibu pengrajin untuk terus mengembangkan tenun ikat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang bersedia dan rela membina kelompok tenun ikat timor dengan kegiatan pelatihan seperti ini maupun kegiatan pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Terima kasih BI yang sudah membina kami dan kami berharap kedepan kelompok kami ini terus dibina BI sehingga membantu mencukupi ekonomi keluarga kami melalu tenun ikat," katanya.

[g-ntt/mp]

Bagikan:

GerbangNTT.Com

Post A Comment: