GerbangNTT. Com, ATAMBUA - Untuk mengamankan jalannya prosesi perayaan Natal dan menyambut malam tahun baru 2018 di Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-RDTL, Polres Belu menggelar Operasi Lilin turangga 2017 selama sepuluh hari kedepan.

"Operasi Lilin kita mulai malam ini pukul 24.00 Wita," kata Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan saat menggelar jumpa pers akhir tahun di Mapolres Belu, Sabtu (23/12/2017).

Dikatakannya, dalam Operasi Lilin tersebut pihaknya akan mengamankan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Belu dan Malaka agar suasana perayaan Natal dan tahun baru di perbatasan dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

"Ada 85 gereja yang akan diamankan selama Natal dan Tahun Baru, yakni 42 gereja di Belu dan 43 gereja di Malaka," tukas Irsan.

Operasi Lilin turangga 2017 ini jelas Kapolres melibatnya instansi terkait berjumlah 418 orang, terdiri dari TNI, Pol PP, Dinas Perhubungan, Angkasa Pura, ASDP, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, pemuda gereja dan pemuda Ormas Islam termasuk jajaran Polsek dan Brimob Polres Belu.

Polres Belu juga tambah Irsan membangun lima pos pengaman dan satu pos pelayanan.

Keenam pos dimaksud, yakni Simpang Lima Atambua, Gereja Polycarpus Atambua, Gereja Katedral Atambua, Gereja Santa Maria Fatima Betun dan Gereja GMIT Ebenhaezer Betun dan pos pelayanan di Bandara AA. Bere Talo Atambua.

Selain melakukan pengamanan tempat ibadah, Kapolres Irsan menuturkan bahwa polisi juga akan siaga di sejumlah tempat wisata di Belu dan Malaka.

"Personil akan kita tempatkan untuk mengantasipasi gangguan kamtibmas di lokasi wisata seperti Pantai Sukaerlaran Atapupu, Pantai Pasir Putih, PLBN Motaain, Teluk Gurita, Air Terjun Mauhalek, Pantai Motadikin Malaka dan PLBN Motamasin," ujarnya.

[g-ntt/mp]
Bagikan:

GerbangNTT.Com

Post A Comment: