Atambua, GerbangNTT. Com - Salah satu warga Dusun Berlo'o, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Fransiskus Berek dilaporkan ke Polisi lantaran menanyakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tengah di bagikan ke masyarakat terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Fransiskus dilaporkan Kepala Desa (Kades) nya sendiri yakni Kades Dirun, Fransiskus Bau.

Merasa tak puas karena dilaporkan ke Polisi, Fransiskus mendatangi dan mengadukan ke DPRD Belu, Selasa (26/05/2020).

Fransiskus datang bersama beberapa warga dan diterima Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu dan Ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek dan sejumlah Anggota DPRD Belu.

Kepada wartawan usai mengadu ke DPRD Belu, Franciskus mengatakan dirinya datang mengadu karena merasa tak puas lantaran sebagai warga masyarakat hanya menanyakan soal BLT yang dibagikan malah dilaporkan Kades ke pihak Kepolisian.

Menurut Fransiskus, dirinya menanyakan soal BLT karena banyak masyarakat termasuk dirinya tidak menerima BLT, sementara aparat Desa Dirun ada yang terima BLT.

Fransiskus mengaku, ia menanyakan sasaran BLT melalui postingannya di media sosial (Medsos) Facebook beberapa waktu lalu.

"Saya posting tanya apakah Bansos ini untuk aparat mereka atau untuk masyarakat kecil? Kami kecewa karena aparat mereka yang dapat. Saya posting menanyakan soal itu langsung lapor saya ke kantor Polisi. Saya tidak pernah terima bantuan apapun jadi saya tanya. Bantuan ini untuk masyarakat kecil atau aparat Desa. Hanya tanya itu saja," ungkap Fransiskus.

Menanggapi pengaduan warga, Ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek mengatakan pihaknya akan mencoba memediasi dan mempertemukan yang bersangkutan (warga) dan Kades Dirun untuk memperjelas persoalan ini.

Politisi NasDem ini menegaskan pihaknya juga akan langsung turun ke Desa Dirun untuk memastikan apakah betul ada aparat Desa  yang terdata sementara warga tidak terdata sebagai penerima BLT atau tidak.

"Kita menerima pengaduan dari masyarakat Desa Dirun terkait laporan terhadap dirinya ke Polisi karena postingan di Medsos yang dianggap polemik. Sebagai wakil rakyat kita akan mediasi dengan mempertemukan dan selanjutnya kami akan turun ke Desa Dirun," pungkasnya.

Kepala Desa Dirun, Fransiskus Bau belum dikonfirmasi media ini.

[No/G-Ntt]
Bagikan:

GerbangNTT.Com

Post A Comment: