Sepak bola Indonesia kini memasuki babak baru yang menjanjikan, ditandai dengan kehadiran sejumlah pemain naturalisasi di tubuh Tim Nasional jelang laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Jepang. Para pemain ini membawa darah keturunan Indonesia yang diwariskan oleh leluhur mereka, baik dari ayah, ibu, maupun kakek-nenek yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Meski meniti karier dan besar di luar negeri, khususnya di akademi sepak bola Eropa yang dikenal ketat, mereka memilih kembali ke akar budaya dengan memperkuat Skuad Garuda. Kehadiran mereka memberikan dampak signifikan terhadap kualitas permainan tim yang kini tengah bersaing di ronde ketiga kualifikasi.
Salah satu sorotan utama tertuju pada Kevin Diks Bakarbessy. Bek andalan FC Copenhagen yang lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996 ini mewarisi darah Maluku dari kakek dan neneknya, serta ibunya, Natasja Dik Bakarbessy. Diks memiliki rekam jejak mentereng di Eropa, mulai dari akademi Vitesse, merumput di Serie A bersama Fiorentina, hingga menjadi pilar penting di Liga Denmark. Menurut data Transfermarkt, Diks memiliki nilai pasar mencapai Rp69,53 miliar. Keseriusan Diks membela Indonesia terwujud setelah proses naturalisasinya disetujui oleh Komisi XIII DPR RI pada Senin, 4 November 2024, dalam rapat kerja bersama Menpora Dito Ariotedjo dan Sekjen PSSI Yunus Nusi.
Pilar Pertahanan dan Lini Tengah Berdarah Nusantara
Selain Kevin Diks, lini tengah Indonesia semakin solid dengan kehadiran Thom Jan Marinus Haye. Pemain kelahiran Amsterdam, 9 Februari 1995 ini memiliki garis keturunan Solo dan Sulawesi. Haye, yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 18 Maret 2024, memulai debutnya saat laga kontra Vietnam. Dengan pengalaman panjang di Eredivisie bersama AZ Alkmaar, Willem II, SC Heerenveen, dan kini Almere City, Haye membawa kematangan bermain yang sangat dibutuhkan tim.
Di sektor pertahanan, nama Mees Hilgers dan Calvin Verdonk menjadi tambahan kekuatan yang vital. Mees Hilgers, bek muda berbakat dari FC Twente, memiliki darah Manado dari ibunya. Proses naturalisasinya tergolong unik karena pengambilan sumpah dilakukan di KBRI Brussels, Belgia. Hilgers saat ini tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia dengan nilai pasar tertinggi, yakni Rp173,82 miliar. Sementara itu, Calvin Verdonk yang memiliki darah Aceh dari sang ayah, merupakan lulusan akademi Feyenoord yang kini memperkuat NEC Nijmegen. Pemain yang piawai dalam eksekusi bola mati ini resmi menjadi WNI pada Juni 2024 dan diharapkan mampu memperkokoh lini belakang Indonesia.
Ambisi Hansi Flick dan Kebangkitan Barcelona
Sementara sepak bola Indonesia tengah membangun kekuatan baru melalui para pemain diaspora, di kancah sepak bola Eropa, FC Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick menunjukkan ambisi besar untuk mengembalikan kejayaan klub. Memasuki paruh kedua musim, Barcelona berada dalam posisi yang kuat untuk mengulang bahkan melampaui pencapaian musim lalu. Setelah sukses mempertahankan gelar Piala Super Spanyol dan melaju ke semifinal Copa del Rey, Blaugrana kini memimpin klasemen La Liga dan lolos ke fase gugur Liga Champions tanpa harus melewati babak playoff.
Dalam wawancaranya dengan Mundo Deportivo setelah dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Tahun Ini, Flick menegaskan fokus timnya. Ia menyebut kemenangan di Piala Super melawan Real Madrid sebagai momen krusial, namun menekankan bahwa Barcelona selalu bertarung untuk memenangkan segalanya. Terkait impian meraih trofi Liga Champions yang telah lama dinantikan, Flick menyatakan bahwa timnya bekerja keras setiap hari untuk meningkatkan detail-detail kecil demi mencapai progres tersebut.
Filosofi Kepelatihan dan Kehidupan di Catalonia
Flick juga mengungkapkan betapa ia menikmati kehidupannya di Barcelona, yang menurutnya jauh melebihi ekspektasi awalnya. Ia merasakan suasana kekeluargaan yang kental sejak hari pertama tiba, didukung oleh sambutan hangat masyarakat setempat. Bagi Flick, penghargaan individu yang diterimanya adalah cerminan dari kerja keras seluruh tim, termasuk para pemain dan staf pelatih yang berjumlah lebih dari 45 orang.
Terkait strategi transfer pemain untuk memperkuat proyeknya, pelatih asal Jerman ini memberikan pandangan yang bijak. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan transfer harus diambil dengan cerdas, mempertimbangkan situasi finansial klub, dan memastikan pemain yang didatangkan benar-benar dapat meningkatkan kualitas tim. Kerjasamanya dengan Direktur Olahraga, Deco, menjadi kunci dalam setiap pengambilan keputusan strategis demi masa depan Barcelona.