Kembalinya Minat Risiko Global Dorong Bitcoin Tembus Level Psikologis $90.000

Kembalinya Minat Risiko Global Dorong Bitcoin Tembus Level Psikologis $90.000

Lonjakan tekanan beli yang signifikan telah mendorong harga Bitcoin kembali melampaui angka $90.000 pada perdagangan hari Rabu, level yang belum tersentuh dalam hampir satu minggu terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global yang turut mengerek indeks saham utama AS, meskipun para analis mencatat bahwa pergerakan ini tidak dipicu oleh katalis spesifik dari dalam industri kripto itu sendiri.

Berdasarkan data perdagangan, Bitcoin mencatatkan kenaikan lebih dari 5% dalam periode 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $91.500 hingga $91.700. Pergerakan positif ini sejalan dengan indeks S&P 500 yang mengonfirmasi penutupan positif selama empat hari berturut-turut, serta indeks Nasdaq Composite yang mencatatkan performa terbaiknya sejak bulan Mei, didorong oleh saham teknologi raksasa seperti Alphabet dan Nvidia.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Menurut laporan dari firma perdagangan QCP Capital yang berbasis di Singapura, faktor pendorong utama di balik reli ini adalah penilaian ulang pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Desember mendatang. Alat ukur CME FedWatch kini menunjukkan probabilitas sebesar 85% bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sentimen serupa juga tercermin di pasar prediksi Myriad, di mana para pengguna menempatkan peluang sebesar 83% untuk skenario yang sama.

Meskipun narasi pelonggaran kebijakan moneter mulai menguat dengan empat pejabat The Fed yang mengisyaratkan dukungan untuk pemangkasan, laporan tersebut juga mengingatkan bahwa kesepakatan ini belum bulat. Masih terdapat pejabat yang bersikap netral bahkan menentang langkah tersebut, menjadikan Bitcoin dan pasar kripto secara luas sebagai cerminan langsung dari selera risiko pasar keuangan yang lebih besar.

Dampak pada Pasar Derivatif dan Likuidasi Posisi Short

Pembalikan arah tren Bitcoin yang mendadak setelah berminggu-minggu mengalami tekanan jual ini mengejutkan para pelaku pasar yang mengambil posisi bearish. Data dari Coinglass mengungkapkan bahwa reli ini memicu likuidasi posisi short senilai $241 juta dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut tercatat tiga kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah likuidasi pada posisi long, menandakan bahwa banyak pedagang tidak mengantisipasi kekuatan pemulihan ini.

Di pasar opsi, volatilitas tersirat (implied volatility) mulai mereda setelah lonjakan pada pekan sebelumnya, mengindikasikan kondisi pasar yang lebih tenang namun tetap bullish. Data dari Deribit Insights menunjukkan adanya struktur call-condor senilai $6,5 juta yang menargetkan harga pelaksanaan (strike price) di kisaran $100.000 hingga $118.000. Posisi ini mencerminkan optimisme pedagang terhadap potensi “Santa Rally” atau reli akhir tahun, meskipun aksi jual opsi call di sekitar level $100.000 masih menahan volatilitas harga untuk tidak bergerak terlalu liar.

Dinamika Altcoin dan Dominasi Bitcoin

Sementara Bitcoin memimpin pemulihan pasar, sektor altcoin menunjukkan kinerja yang beragam. Ethereum (ETH) turut mengalami kenaikan mengikuti jejak Bitcoin, menembus level $3.030. Beberapa token terpilih seperti SKY, DASH, ETHFI, dan AVAX juga mencatatkan keuntungan yang solid antara 6% hingga 10%. Token SKY, yang sebelumnya dikenal sebagai MKR, mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah setelah sempat menyentuh level terendah pekan lalu.

Namun, secara umum pasar altcoin masih tertinggal dibandingkan Bitcoin. Indikator “musim altcoin” di CoinMarketCap masih berada di level rendah 22/100, turun jauh dari puncaknya di bulan Oktober. Analisis menunjukkan bahwa jika Bitcoin gagal mempertahankan momentum dan kembali jatuh ke level $80.000-an, altcoin berisiko mengalami kinerja buruk (underperform) dan menembus level dukungan mereka karena likuiditas yang rendah. Sebaliknya, jika Bitcoin mampu mematahkan tren turun dan mendekati $100.000, besar kemungkinan altcoin akan mengikuti jejak tersebut.

Risiko dan Pandangan Skeptis Analis

Di tengah euforia pasar, sejumlah strategis tetap memberikan peringatan agar investor tidak terlalu dini menyimpulkan adanya pemulihan berbentuk V yang berkelanjutan. Torsten Slok, kepala ekonom Apollo Management, menyoroti bahwa korelasi erat antara Bitcoin dan Nasdaq sempat terputus dalam beberapa pekan terakhir akibat penurunan harga aset kripto yang lebih tajam. Meskipun saat ini Bitcoin kembali bangkit, aset ini masih tercatat turun sekitar 28% dari rekor tertingginya di bulan Oktober.

Laporan dari 10X Research juga menekankan bahwa kuartal keempat memang secara historis merupakan periode kuat bagi Bitcoin, namun keuntungan tersebut jarang terjadi tanpa katalis yang nyata. Mereka menilai bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember, jika terjadi, tidak serta merta menjamin kenaikan harga Bitcoin karena pergerakan aset ini sangat bergantung pada komunikasi The Fed, bukan hanya tindakan mekanis penurunan bunga. Selain itu, dampak dari pengeluaran Rekening Umum Perbendaharaan (TGA) AS yang diharapkan dapat menyuntikkan likuiditas ke pasar mungkin akan mengalami penundaan efek, berpotensi baru terasa dampaknya pada awal tahun 2026.

Risiko lain yang perlu diawasi oleh investor termasuk potensi dikeluarkannya MicroStrategy dari indeks S&P 500, yang dapat memicu sentimen bearish dan aksi jual di pasar. Dengan indikator RSI pasar kripto yang mulai mendekati wilayah jenuh beli (overbought), koreksi harga jangka pendek masih sangat mungkin terjadi menjelang akhir pekan kecuali volume permintaan yang signifikan dapat dipertahankan.